Bali, Jakarta – Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan bahwa sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penundaan atau penyesuaian jadwal. Hal ini disebabkan oleh penutupan ruang udara di beberapa negara.
“Namun, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal,” ujar Eka dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (1/3/2026).
Eka menjelaskan bahwa beberapa penerbangan telah mengalami penyesuaian jadwal hingga pukul 11.00 WITA pada hari yang sama. Contohnya adalah Etihad EY477 STD 18.45 WITA (28 Februari) dari Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH), UEA, yang ditunda. Selain itu, empat rute penerbangan dibatalkan, yaitu:
- Emirates EK369 STD 19.45 WITA (28 Februari) dari Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), UEA
- Qatar Airways QR963 STD 18.50 WITA (28 Februari) dari Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH), Qatar
- Emirates EK399 STD 00.25 WITA (1 Maret) dari Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB)
- Qatar Airways QR961 STD 00.30 WITA (1 Maret) dari Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH)
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, menurut Eka, terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, terutama maskapai penerbangan, untuk memperbarui jadwal penerbangan dan menangani calon penumpang yang sudah berada di bandara. Eka juga menyatakan bahwa pihaknya bersama AirNav Indonesia terus memantau ruang udara yang terdampak serta bekerja sama dengan aparat keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal tersebut mencapai 1.631 penumpang,” ucap Eka.
Eka memastikan bahwa penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai. Dia juga mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk mendapatkan informasi terbaru tentang jadwal penerbangan.
“Kami menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi,” kata Eka.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, meminta maskapai penerbangan rute internasional dengan tujuan atau yang melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS) yang semakin memanas.
Dudy menyatakan bahwa beberapa operator penerbangan dilaporkan terdampak oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Beberapa penerbangan internasional yang melewati kawasan tersebut turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak.
“Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” kata Menhub di Jakarta, Ahad (1/3/2026).
Maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik terjadi antara Iran dan Israel.
Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, Sri Lanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.
Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).





