Langkah Proaktif Gubernur NTB dalam Menghadapi Ketegangan Geopolitik
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengambil langkah proaktif menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ia melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran untuk memastikan keselamatan warga NTB yang berada di kawasan tersebut.
“Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara,” ujarnya di Mataram, Senin.
Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara, termasuk Iran, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Dalam komunikasi tersebut, seluruh perwakilan KBRI memastikan bahwa warga negara Indonesia yang terdata berada dalam pemantauan intensif melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara.
Para duta besar juga menyampaikan bahwa rencana kontingensi telah diaktifkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik. Pemerintah Provinsi NTB menitipkan warganya kepada para duta besar di kawasan Timur Tengah agar memperoleh perhatian dan perlindungan maksimal.
Iqbal juga mengimbau masyarakat NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan tersebut untuk memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI setempat, serta mengikuti arahan resmi dari perwakilan Pemerintah Indonesia.
Pemerintah NTB menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta seluruh perwakilan RI di luar negeri guna memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan berjalan optimal. “Kami terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kami,” tegasnya.
Dampak pada Sektor Transportasi Udara
Dampak ketegangan kawasan juga mulai terasa pada sektor transportasi udara nasional. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akibat penutupan ruang udara di beberapa negara.
Head of Communication and Legal Division Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan bahwa meski terdapat penundaan dan pembatalan pada sejumlah rute internasional, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum tetap berjalan normal.
Beberapa penerbangan yang mengalami penyesuaian hingga Ahad (1/3/2026) pukul 11.00 WITA antara lain penerbangan Etihad EY477 rute Denpasar–Abu Dhabi yang ditunda. Empat penerbangan lainnya dibatalkan, yakni Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai, Qatar Airways QR963 rute Denpasar–Doha, Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai, serta Qatar Airways QR961 rute Denpasar–Doha.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk melakukan pembaruan jadwal dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara. Bersama AirNav Indonesia, pengelola bandara juga memantau perkembangan ruang udara yang terdampak serta berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mengantisipasi situasi di area bandara.
Penanganan Calon Penumpang
Berdasarkan data maskapai, total calon penumpang dari lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal mencapai 1.631 orang. Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai kebijakan masing-masing maskapai. Pihak bandara turut menyediakan help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional serta layanan contact center melalui nomor 172 untuk pembaruan informasi jadwal penerbangan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik global memiliki dampak langsung, baik terhadap perlindungan warga negara di luar negeri maupun terhadap mobilitas internasional. Pemerintah daerah dan otoritas bandara menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi, berkoordinasi lintas lembaga, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Langkah-Langkah yang Diambil
- Koordinasi dengan KBRI: Pemerintah NTB telah berkoordinasi dengan perwakilan KBRI di berbagai negara untuk memastikan keselamatan warga.
- Rencana Kontingensi: Seluruh perwakilan KBRI telah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi eskalasi konflik.
- Pemantauan Data: Masyarakat diminta untuk memastikan data keberadaan anggota keluarga tercatat di KBRI atau KJRI.
- Pembaruan Jadwal: Maskapai dan bandara bekerja sama untuk memberikan pembaruan jadwal penerbangan.
- Layanan Help Desk: Bandara menyediakan help desk dan layanan contact center untuk memudahkan calon penumpang.





