Situasi Kekacauan di Timur Tengah Memengaruhi Warga Rejang Lebong yang Sedang Berada di Tanah Suci
Kondisi di kawasan Timur Tengah saat ini sedang memanas akibat konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Hal ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di Kabupaten Rejang Lebong. Pasalnya, terdapat sejumlah warga Rejang Lebong yang sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab telah melakukan pendataan terhadap warga yang diketahui sedang berada di luar negeri. Pendataan tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kepala Bagian Kesra Setdakab Rejang Lebong, Darmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi adanya warga Rejang Lebong yang sedang berada di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Ia menjelaskan bahwa sejumlah warga tersebut dijadwalkan masih berada di Tanah Suci hingga setelah Lebaran.
Data Jamaah Umroh Masih dalam Proses Pendataan
Menurut Darmansyah, warga Rejang Lebong yang melaksanakan ibadah umroh tersebut berangkat melalui biro perjalanan umroh. Namun, hingga saat ini jumlah pasti warga Rejang Lebong yang sedang berada di Tanah Suci masih dalam proses pendataan. “Untuk jumlahnya berapa yang sedang berada di Tanah Suci, masih kita data,” jelas Darmansyah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Rejang Lebong, Aditiawarman Budi, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait jumlah warga Rejang Lebong yang sedang melaksanakan ibadah umroh. Ia menjelaskan bahwa seluruh data keberangkatan, kepulangan, maupun jamaah umroh yang sedang berada di Arab Saudi dilaporkan langsung ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu serta pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya mengakui telah menerima informasi adanya beberapa warga Rejang Lebong yang sedang menunaikan ibadah umroh.
Hotline Perwakilan RI di Timur Tengah
Sehubungan dengan kondisi konflik di Timur Tengah, masyarakat yang memiliki anggota keluarga dalam kondisi darurat atau terdampak situasi keamanan di kawasan tersebut dapat menghubungi hotline Perwakilan Republik Indonesia. Beberapa nomor hotline yang tersedia antara lain:
- Hotline KBRI Riyadh, Arab Saudi: +966 569173990
- Hotline KJRI Jeddah, Arab Saudi: +966 503609667
- Hotline KBRI Manama, Bahrain: +973 38791650
- Hotline KBRI Tehran, Iran: +98 9914668845 / +98 902 466 8889
- Hotline KBRI Baghdad, Irak: +964 7769842020
- Hotline KBRI Amman, Yordania: +962 7 7915 0407
- Hotline KBRI Kuwait City, Kuwait: +965 97206060 / 97809760
- Hotline KBRI Beirut, Lebanon: +961 70817310
- Hotline KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab: (+971) 566156259
- Hotline KJRI Dubai, Uni Emirat Arab: (+971) 564170333 / (+971) 56-3322611
- Hotline KBRI Doha, Qatar: +974-44657945 / 44664981 / 33322875
- Hotline KBRI Damaskus, Suriah: +963 954 444 810
Imbauan Pemkab kepada Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi dari pemerintah. Imbauan tersebut terkait perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk kebijakan keberangkatan dan kepulangan jamaah. “Kami menghimbau pihak keluarga tetap tenang, pemerintah memastikan akan memfasilitasi dan memberi informasi yang cukup terkait hal tersebut,” himbaunya.
Pemerintah daerah berharap seluruh warga Rejang Lebong yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci dapat kembali ke tanah air dalam kondisi aman dan selamat.





