Kemenhaj Sumbar Imbau Calon Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kantor Perwakilan Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) memberikan imbauan kepada 1.020 calon jemaah umrah asal Sumbar untuk menunda keberangkatan. Imbauan ini dikeluarkan mengingat situasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika yang kian memanas. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang beribadah maupun akan melakukan ibadah umrah.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, Rifki Diflaizar, saat ditemui di kantornya yang berada di kawasan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (2/3/2026). Menurut Rifki, konflik yang memanas sejak Sabtu (28/2/2026) berpotensi berdampak terhadap keselamatan jemaah. Ia menegaskan bahwa imbauan ini juga telah dikeluarkan oleh Kemenhaj secara nasional.
“Imbauan ini juga telah disampaikan Kemenhaj untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar aman. Kalau sekarang situasinya bisa membahayakan,” ujarnya.
Rifki menyebutkan, berdasarkan jadwal rutin travel haji dan umrah di Sumbar, terdapat sekitar 1.020 jemaah yang dijadwalkan berangkat setiap pekan ke Arab Saudi, baik melalui penerbangan langsung maupun transit via Malaysia.
Sementara itu, sekitar 2.500 jemaah umrah asal Sumbar saat ini masih berada di Arab Saudi. Rinciannya, 1.000 jemaah mengikuti program awal Ramadan dan 1.500 lainnya program Full Ramadan. Jemaah program awal Ramadan telah berangkat pada 22 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 5 Maret 2026. Sedangkan jemaah program Full Ramadan yang berangkat 23 Februari 2026 ditargetkan pulang pada 26 Maret 2026.
Rifki memastikan, hingga saat ini penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju Indonesia masih berjalan normal. Namun, sejumlah penerbangan transit dilaporkan terdampak karena melintasi wilayah konflik. Pihaknya terus berkoordinasi dengan travel haji dan umrah untuk memantau kondisi jemaah serta memastikan jadwal kepulangan tetap aman.
Jumlah Jemaah Umrah Asal Indonesia yang Masih Berada di Arab Saudi
Sebelumnya, kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) belum menerima informasi pembatalan keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia dari Arab Saudi. Pernyataan ini menyusul informasi bahwa sekitar 2.500 jemaah umrah asal Sumbar masih berada di Arab Saudi, di tengah konflik Iran vs Israel-Amerika.
Tak hanya itu, bahkan 58.000 jemaah umrah asal Indonesia kini tertahan di Arab Saudi setelah perang Iran Vs Amerika meletus sejak Sabtu (28/2/2026) lalu. “58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” kata Ichsan Marsha, Jubir Kementerian Haji dan Umroh dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (2/3/2026).
Di Sumbar, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, Rifki Diflaizar, mengatakan bahwa sebanyak 1.000 jemaah asal Sumbar bakal diberangkatkan dari Arab Saudi ke Indonesia. “Jemaah ini sebelumnya mengikuti program umrah awal Ramadan, berangkat tanggal 22 Februari 2026 lalu dan kembali 5 Maret 2026 mendatang,” ungkap Rifki saat memberikan keterangan, Senin (2/3/2026).
Akan tetapi, informasi yang ia himpun dari berbagai travel umrah di Sumbar, belum ada pembatalan keberangkatan. Meski konflik di Timur Tengah kian memanas, penerbangan langsung dari Arab Saudi ke Indonesia masih berlangsung. Sehingga, tiga hari menjelang 1.000 jemaah Sumbar kembali ke Tanah Air, pihaknya belum menerima informasi penundaan tersebut.
“Tadi saya sudah hubungi seluruh travel umrah Sumbar, belum ada penundaan keberangkatan jemaah dari Arab Saudi ke Indonesia tanggal 5 Maret 2026 mendatang,” tegasnya.





