Kondisi Ibadah Jamaah Umrah di Mekkah Masih Normal
Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada sejumlah penerbangan internasional belum memengaruhi aktivitas ibadah jamaah umrah di Kota Mekkah, Arab Saudi. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Agustiansyah, mutawif atau pembimbing jamaah umrah asal Medan yang saat ini berada di Mekkah.
Menurutnya, hingga kini kondisi di Mekkah masih berjalan normal dan belum terlihat kepanikan di kalangan jamaah, termasuk jamaah asal Indonesia. “Kalau untuk ibadah, semuanya normal. Tidak ada gangguan. Aktivitas di masjid juga berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (2/3/2026).
Dampak Penerbangan Internasional
Ia menjelaskan bahwa isu penutupan penerbangan memang terjadi pada beberapa rute tertentu, terutama penerbangan yang transit di sejumlah negara kawasan Timur Tengah seperti Dubai dan Bahrain. Namun, penerbangan langsung menuju Indonesia masih berjalan lancar.
“Kalau penerbangan langsung ke Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya masih lancar. Yang terdampak itu sebagian penerbangan transit, misalnya lewat Dubai atau Bahrain,” jelasnya.
Beberapa maskapai internasional seperti Emirates, Etihad, Qatar Airways, hingga Saudia memang menghentikan sebagian rute penerbangan menuju wilayah konflik sebagai langkah mitigasi risiko. Akibatnya, beberapa jamaah dari negara lain seperti Lebanon, Bahrain, dan Iran yang sedang melaksanakan umrah dilaporkan belum dapat kembali ke negara asal mereka.
“Beberapa jamaah luar negeri ada yang tertahan karena penerbangan ke negaranya dihentikan sementara. Tapi untuk jamaah Indonesia sejauh ini belum ada laporan seperti itu,” katanya.
Alasan Tidak Ada Kepanikan
Ustadz Agustiansyah menilai belum muncul kepanikan di kalangan jamaah karena mayoritas jamaah Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci merupakan peserta program umrah full Ramadan dan belum memasuki jadwal kepulangan.
“Rata-rata jamaah Indonesia yang datang pertengahan Ramadan itu masih lama jadwal pulangnya. Jadi belum terasa kepanikan. Nanti mungkin baru terlihat kalau sudah masa kepulangan,” ujarnya.
Ia juga memastikan lokasi konflik yang terjadi cukup jauh dari Mekkah sehingga tidak berdampak langsung terhadap aktivitas jamaah.
“Yang terkena serangan itu di Riyadh. Jarak Riyadh ke Mekkah sekitar 10 jam perjalanan darat, jadi memang tidak terasa di sini,” katanya.
Penerbangan dari Medan Kosong Selama Ramadan
Terkait keberangkatan jamaah dari Sumatera Utara, ia menyebut saat ini tidak ada penerbangan langsung umrah dari Medan selama Ramadan. “Penerbangan dari Medan memang kosong selama Ramadan. Biasanya kepulangan jamaah baru setelah Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, informasi gangguan penerbangan lebih banyak terjadi pada jamaah yang melakukan perjalanan transit melalui negara lain, termasuk laporan penerbangan dari Malaysia yang sempat tertunda karena kebijakan maskapai.
Saat ini, Ustadz Agustiansyah sendiri sedang tidak memandu jamaah setelah mengantar rombongan asal Medan pulang sekitar empat hari sebelum konflik terjadi. “Saya lagi kosong, jamaah dari Medan sudah pulang beberapa hari sebelum kejadian,” ujarnya.
Mutawif yang telah sekitar delapan hingga sembilan tahun membimbing jamaah umrah ini mengatakan dirinya telah berada di Mekkah selama dua bulan dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 13 April 2026.
Ia berharap situasi tetap kondusif sehingga aktivitas ibadah jamaah dapat berjalan dengan aman hingga musim umrah berakhir. “Insyaallah aman. Di sini semua masih berjalan normal dan semoga semuanya segera mereda,” pungkasnya.





