Konten Lokal Menggebrak, Film AI Nusantara Meraih Penghargaan Cannes

Aa1wed58
Aa1wed58

Film Indonesia Mulai Menyaingi Drakor di Pasar Global

Film Indonesia kian menunjukkan kekuatannya di pasar global maupun domestik. Konten lokal mulai memperlihatkan popularitas yang setara dengan drama Korea Selatan (drakor) di berbagai platform streaming video. Salah satu contohnya adalah film AI berjudul Nusantara: Gajah Mada, yang berhasil meraih penghargaan di Festival Film Cannes 2025.

Film AI yang diproduksi oleh Neyra Vision ini mendapatkan anugerah Film Dokumenter Terbaik di Festival Film Internasional AI selama ajang Cannes. Berdasarkan kisah nyata, film ini mengangkat perjalanan epik tokoh legendaris Indonesia, Gajah Mada, yang dikenal sebagai pahlawan yang mempersatukan nusantara.

“Film ini dibuat dengan kekuatan AI, memadukan sejarah, mitos, semangat, dan ketangguhan Indonesia kuno,” demikian dikutip dari saluran YouTube Neyra Vision.

Neyra Vision merupakan studio film AI yang menggabungkan kecerdasan buatan, pembuatan film, dan pendidikan untuk membangun ekosistem kreatif berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pertumbuhan Konten Lokal di Asia Tenggara

Konten serial drama maupun film Indonesia juga mulai menyamai popularitas drakor di aplikasi streaming seperti Netflix, VIU, hingga Vidio. Laporan terbaru dari Media Partners Asia (MPA) melalui platform pengukurannya, AMPD, menunjukkan bahwa langganan video on demand (VOD) premium di Asia Tenggara tumbuh sebesar 19% secara tahunan (year on year), mencapai lebih dari 61 juta pelanggan berbayar di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Perubahan terbesar terjadi pada pola konsumsi konten. Untuk pertama kalinya, pada kuartal IV 2025, konten lokal Indonesia mencapai tingkat penonton yang setara dengan drakor di layanan streaming premium. Keduanya masing-masing mencatat pangsa sekitar 30% dari total penonton, dengan jangkauan mencapai 47%–48% pengguna.

Pencapaian ini menandai pergeseran struktural dalam preferensi penonton di Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan meningkatnya daya tarik cerita lokal. Beberapa konten orisinal Indonesia bahkan masuk daftar tayangan paling banyak ditonton, terutama melalui platform Vidio. Tren ini memperlihatkan kekuatan komersial penceritaan domestik dalam mendorong pertumbuhan pelanggan dan keterlibatan pengguna.

Peran Konten Lokal dalam Industri Streaming

Analis utama MPA, Dhivya T, menyebut fenomena ini sebagai perubahan besar dalam industri streaming di Asia Tenggara. Menurut dia, meskipun drakor masih menjadi daya tarik utama di kawasan tersebut, produksi lokal kini memainkan peran yang jauh lebih penting dalam menarik pelanggan baru dan meningkatkan loyalitas penonton.

Indonesia menjadi contoh paling menonjol, karena judul lokal mampu bersaing langsung dengan drakor puncak peringkat layanan streaming premium. Indonesia menjadi pasar terbesar dan pendorong utama pertumbuhan streaming Asia Tenggara sepanjang 2025.

Jumlah pelanggan layanan premium mencapai 26,9 juta, menyumbang sebagian besar pelanggan baru dan total jam menonton di kawasan. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai platform global dan regional, termasuk Netflix, Viu, Vidio, dan iQIYI.

Era Baru Industri Hiburan Global

Kenaikan popularitas konten lokal Indonesia menjadi sorotan utama, karena menandai perubahan preferensi penonton regional dari dominasi konten impor menuju produksi domestik. Kinerja konten Indonesia yang mampu menyamai drakor menunjukkan kematangan industri kreatif nasional, mulai dari kualitas produksi hingga distribusi digital.

Perubahan itu menandai era baru industri streaming Asia Tenggara, di mana konten lokal semakin berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi konten digital terbesar di kawasan sekaligus pemain penting dalam industri hiburan global.

Pos terkait