Perempuan Berinisial DW Meninggal Dunia Usai Menenggak Obat Pembasmi Rumput
Seorang perempuan berinisial DW (33), warga Palembang, Sumatera Selatan, meninggal dunia di RSUD dr. Soedomo Trenggalek setelah menenggak obat pembasmi rumput pada Minggu (1/3/2026). Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat, terlebih karena korban sebelumnya sempat menjadi sorotan karena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang videonya viral di media sosial.
Kasus KDRT yang Viral di Trenggalek
DW diketahui merupakan korban KDRT yang video kekerasan yang melibatkannya sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaus bertuliskan “Samapta” melakukan pemukulan berulang kali terhadap seorang perempuan. Video tersebut disertai keterangan bahwa kejadian itu merupakan kasus KDRT yang melibatkan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule.
Kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat, terutama karena tak lama setelah kejadian tersebut, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum obat pembasmi rumput. Korban awalnya mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pule sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Proses Penanganan Medis dan Kematian Korban
Korban pertama kali dirujuk dari Puskesmas Pule pada pukul 05.00 WIB dengan keluhan sesak dan muntah darah. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan menemukan bahwa korban mengalami gagal ginjal. Rencananya, korban akan menjalani cuci darah, tetapi proses tersebut tidak dapat dilakukan karena keluarga masih berunding.
RSUD dr. Soedomo Trenggalek fokus menangani keracunan pestisida yang dialami korban. Namun, korban meninggal sebelum sempat menjalani cuci darah. Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit tidak sempat melakukan pemeriksaan terkait potensi lebam di tubuh korban karena fokus utama adalah penanganan intoksikasi pestisida.
Tenggak Obat Rumput dan Riwayat Kesehatan
Menurut keterangan tenaga kesehatan, korban mengaku minum obat pembasmi rumput pada hari Jumat (27/2/2026). Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan bahwa korban mengalami gagal ginjal. Meskipun rencana cuci darah sudah dibuat, proses tersebut belum bisa dilakukan karena keluarga masih berdiskusi.
Sujiono menambahkan bahwa riwayat kesehatan dari Puskesmas hanya menyebutkan keluhan sesak dan muntah darah. Oleh karena itu, fokus tenaga kesehatan langsung tertuju pada penanganan intoksikasi pestisida.
Peringatan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang bahaya penggunaan bahan kimia yang tidak tepat. Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasa memiliki gejala depresi atau kecenderungan untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan masalah Anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.





