Korban Kebakaran 38 Rumah di Galung Tulu Polman Dapat Bantuan Sembako

Aa1xld7o 1
Aa1xld7o 1

Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Desa Galung Tulu

Sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) atau 199 jiwa terdampak kebakaran yang melibatkan 38 rumah di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Mereka menerima bantuan berupa paket sembako serta perlengkapan dasar. Namun, warga masih membutuhkan peralatan memasak, perlengkapan mandi, serta pembangunan kembali 29 rumah yang hangus.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, yang terjadi saat warga sedang melaksanakan salat tarawih. Meski begitu, akses yang padat membuat proses pemadaman terkendala.

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN –

Korban musibah kebakaran 38 rumah di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), mendapat bantuan paket sembako pada Senin (2/3/2026). Bantuan ini dikumpulkan oleh petugas sosial kebencanaan di posko tenda utama.

Selain bantuan sembako, warga terdampak sebanyak 57 KK juga mendapat bantuan tikar, kompor, dan obat-obatan. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa petugas kebencanaan menyusun paket sembako untuk diberikan kepada tiap satu KK. Paket tersebut terdiri dari beras 25 kg, mi instan, kopi, gula, minyak, kue, biskuit, telur satu rak, dan air empat dus.

Satu per satu warga dari 57 KK ini berbaris di posko darurat untuk menerima paket sembako. Warga terdampak saat ini mendirikan tenda posko masing-masing di lahan bekas puing rumah terbakar. Mereka mulai memasak untuk memenuhi kebutuhan harian anak-anak yang membutuhkan makanan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Polman juga tampak mendirikan dapur umum bekerja sama dengan petugas kepolisian Korps Brimob.

57 KK Kehilangan Tempat Tinggal

“Kita sudah punya data yang terdampak, 57 KK dan 199 jiwa, ini kita salurkan bantuan sembako,” kata Sekretaris Desa Galung Tulu, Muhammad Sukri. Dia menyampaikan bahwa sejak pagi tadi, warga telah mendapatkan bantuan paket sembako sebanyak dua kali. Setiap kepala keluarga langsung menerima bantuan itu setelah namanya dipanggil petugas kebencanaan.

Sukri menyebut bantuan untuk korban kebakaran ini terus berdatangan dari luar daerah. “Terus berdatangan bantuan, ada dari luar daerah, ada dari komunitas, ada juga dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi,” katanya.

Kata dia, warga terdampak bencana saat ini juga sangat membutuhkan peralatan memasak. Seperti kompor gas, rice cooker, sendok, piring, dan peralatan dapur, serta alat mandi seperti sikat gigi dan sabun. Dia berharap penyaluran bantuan yang datang berikutnya dilengkapi dengan peralatan mandi.

“Untuk sementara ini kebutuhan dasar seperti air masih cukup, yang urgen itu pembangunan kembali 29 rumah hangus,” ungkapnya.

Kebutuhan Dasar Korban Kebakaran

Sementara itu, salah satu korban, Idawati, mengaku tak ada yang dapat ia selamatkan saat musibah kebakaran. Idawati mengaku saat ini membutuhkan bantuan peralatan dapur, seperti alat memasak elektronik. “Kita butuh alat memasak nasi, perabotan dapur karena ini sudah ada bantuan sembako yang diberikan,” ungkap Idawati.

Idawati juga berharap bantuan seragam sekolah segera diberikan agar anak-anaknya dapat kembali ke sekolah. Ibu tiga anak ini hanya dapat menyelamatkan beberapa lembar pakaian saja. Meski begitu, dia bersyukur semua sanak keluarganya selamat dari musibah kebakaran.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (28/2/2026) malam. Pemerintah Desa Galung Tulu melaporkan sebanyak 38 rumah warga ludes dilalap si jago merah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, warga sempat panik melihat kobaran api. Kebakaran rumah di kawasan padat penduduk terjadi sekitar pukul 20.30 Wita saat warga salat tarawih. Beberapa rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemilik pergi ke masjid untuk salat tarawih.

Kobaran api cepat merembet ke rumah lainnya karena jarak yang cukup berdekatan dan rumah terbuat dari semi permanen. Warga sekitar hanya dapat pasrah melihat kobaran api, serta ikut menyiram dengan air seadanya. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman dibantu Damkar Majene menerjunkan 10 armada. Sulitnya akses karena kawasan padat penduduk membuat petugas Damkar kesulitan memadamkan kobaran api.

Pos terkait