Kebakaran Hebat di Semarang Tewaskan Lansia 94 Tahun
Pada hari Minggu (1/3/2026) pagi, sebuah kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah dan warung di Kelurahan Jatingaleh, Semarang. Peristiwa ini menewaskan seorang lansia bernama Remigius Wahyono (94) yang terjebak di dalam kamar yang terbakar.
Rijono Subroto, menantu korban, berusaha menyelamatkan mertuanya dengan menyeretnya keluar dari kamar yang terbakar. Meskipun usaha tersebut dilakukan dengan penuh semangat, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas merokok korban di dalam kamar yang dipenuhi material mudah terbakar.
Suasana Kebakaran yang Mencekam
Suasana Minggu pagi di Jalan Dr Wahidin, Jatingaleh, tiba-tiba berubah menjadi mencekam saat teriakan warga membelah kesunyian akibat kobaran api yang mendadak melalap sebuah rumah. Di tengah kepulan asap pekat, Rijono Subroto (63) melakukan aksi nekat menerobos api demi menyeret tubuh mertuanya yang berusia hampir seabad.
Kebakaran tersebut melanda sebuah rumah seluas sekitar 7×15 meter, tepat di samping gang Jalan Karang Panas, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Minggu (1/3/2026) pagi. Hampir seluruh bagian bangunan hangus, termasuk rangka rumah, atap, sofa, dua sepeda, hingga tabung gas dan barang-barang warung di bagian depan seusai terbakar.
Garis polisi membentang di bagian luar rumah sebagai tanda penyelidikan masih berlangsung. Di balik kepulan asap pekat itu, terdapat kisah detik-detik perjuangan seorang menantu menyelamatkan mertuanya yang terjebak di dalam kamar. Korban diketahui bernama Remigius Wahyono (94). Dia meninggal dunia diduga akibat luka bakar dalam peristiwa tersebut.
Detik-Detik Penyelamatan yang Berujung Tragedi
Sementara itu, sang menantu, Rijono Subroto (63), menjadi saksi sekaligus orang pertama yang berusaha melakukan penyelamatan. Pagi itu, cerita Rijono, mertuanya tidur sendirian di kamar depan, sementara dia dan istrinya beristirahat di kamar belakang. “Biasanya habis sahur saya terjaga sambil menunggu pagi untuk bekerja, karena ini Minggu, saya istirahat sama istri di kamar belakang. Di rumah sedang ada bertiga,” ujar Rijono.
Tiba-tiba teriakan warga membuyarkan suasana. “Saya dengar warga teriak kebakaran hingga saya keluar, warga sudah di depan rumah mematikan sekering listrik. Lalu saya lihat dinding kamar mertua saya sudah terbakar,” kata dia. Tanpa banyak pikir, Rijono mencoba menyiram api. Namun kobaran sudah terlalu besar.
“Saya pikir tidak mungkin langsung padam, akhirnya saya masuk ke kamar mertua saya. Kasur sudah terbakar, mertua saya sudah di lantai,” lanjut dia. Diseret Keluar, Sempat Bernapas. Di tengah asap yang menyesakkan, Rijono nekat masuk lebih dalam. “Saya berupaya mengeluarkan mertua saya, saya seret, saya tarik sampai ke ruang tamu. Waktu itu (korban) masih bernapas,” katanya.
Dengan bantuan warga, korban kemudian dibawa keluar lewat pintu belakang dan dibaringkan di teras tetangga. Namun waktu menjadi musuh. “Karena saya kelamaan menghirup asap, saya pusing, tidak bisa berpikir apa-apa,” ujar Rijono. Dia sendiri mengalami lecet dan sebagian tubuhnya terkena panas dari barang-barang yang terbakar. Sementara istrinya berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih mungkin diselamatkan.
Dugaan Awal Kebakaran
Tragedi kebakaran yang menewaskan Remigius Wahyono (94) di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, masih diselidiki. Namun dugaan awal mengarah pada aktivitas merokok korban di dalam kamar.
Penghuni rumah sekaligus menantu korban, Rijono Subroto, menyebut api kali pertama terlihat dari dalam kamar sang mertua. “Praduga saya saja ya, soal kebenaran saya belum tahu, biar penyelidikan. Menurut saya, besar kemungkinan api dari rokok mertua saya. Mertua saya kalau pagi sering merokok,” kata Rijono.
Menurut dia, terdapat sejumlah indikasi yang membuatnya menduga sumber api berasal dari puntung rokok. “Kenapa saya berpikir seperti itu, karena api dari kamar, kasur sudah terbakar. Kalau korsleting biasanya dari luar, kabel atau sekering, sedangkan ini munculnya dari kamar. Dinding dari terpal terbakar, kasur sudah terbakar semua, dan mertua saya posisinya sudah di lantai,” imbuh Rijono.
Kondisi kamar yang dipenuhi material mudah terbakar diduga mempercepat penjalaran api. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan melalap hampir seluruh bangunan, termasuk bagian warung di depan rumah.

Plt Lurah Jatingaleh, Suprapto, memastikan aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. “Polisi masih melakukan penyelidikan,” kata dia. Sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan bergantian untuk menjinakkan api yang sempat membuat jalan di sekitar lokasi ramai dan dipadati warga.
Meski sempat dikabarkan masih memiliki denyut nadi saat dievakuasi, tim medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia.





