jatim. Ponorogo – Jumlah korban ledakan petasan balon udara di sebuah rumah di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (1/3) mengalami peningkatan. Kini total korban mencapai tiga orang.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menjelaskan bahwa dari ketiga korban tersebut, satu di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Ada tiga korban. Satu orang meninggal di tempat kejadian, dua lainnya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Imam, Minggu (1/3).
Menurut informasi yang diperoleh, korban yang meninggal adalah seorang remaja berinisial RKP (16). Ia mengalami luka parah akibat ledakan yang terjadi.
Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam kondisi kritis. Salah satunya adalah AF (20), yang mengalami luka bakar hingga 90 persen dan saat ini dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Korban kedua, HA (23), juga mengalami luka bakar sekitar 16 persen dan mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, ledakan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Warga yang mendengar suara dentuman keras langsung bergegas menuju sumber suara. Pamong desa setempat yang datang untuk mengecek kondisi rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Sekitar pukul 17.30 WIB terdengar suara ledakan. Setelah dicek, diduga para korban sedang meracik petasan atau mercon untuk kegiatan menjelang puasa,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa bahan petasan dan balon udara. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
Beberapa barang bukti akan dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk melibatkan tim penjinak bahan peledak (Gegana).
“Akan kami bawa ke Labfor Polda Jatim untuk dianalisis, apakah itu bubuk mesiu atau murni bubuk mercon,” pungkasnya.





