Korban Tewas Diterkam Harimau di Musi Rawas, Tinggalkan Istri dan Dua Anak

8c529370 27b1 11ed Bfcb E584dd6dae8a 5
8c529370 27b1 11ed Bfcb E584dd6dae8a 5

Kehilangan Mendalam Akibat Serangan Harimau di Musi Rawas

Sahanan (45), seorang warga Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, meninggal dunia setelah diterkam harimau. Kejadian ini menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Sahanan adalah seorang petani yang biasa bekerja di kebunnya. Ia juga sering mencari ikan di Sungai Bal sebagai aktivitas tambahan. Pria ini meninggalkan seorang istri dan dua anak, salah satunya masih duduk di bangku SMA sementara yang lain berusia 4 tahun.

Menurut pejabat Kepala Desa (Pj Kades) Batu Gane, Ahmad Iskani, Sahanan memang kerap pergi ke Sungai Bal untuk mencari ikan. Biasanya, ia pulang pada sore hari jika berhasil menangkap ikan. Namun, kali ini tidak seperti biasanya.

Sahanan ditemukan tewas dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan pada Sabtu (28/2/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Mayatnya ditemukan di tepi Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin Desa Pasenen Kecamatan STL Ulu Terawas, yang merupakan kawasan hutan TNKS.

Sebelumnya, Sahanan pamit pergi dari rumah pada Jumat (27/2/2026) pagi sekira pukul 09.00 WIB untuk mencari ikan di Sungai Bal. Biasanya, ia pulang pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Namun, hingga pukul 21.00 WIB, ia belum juga kembali.

Keluarga dan warga setempat akhirnya memutuskan untuk mencari korban dengan menyelusuri aliran Sungai Bal. Pada dini hari, jenazah Sahanan ditemukan di tepi sungai dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Berdasarkan laporan medis, Sahanan mengalami luka serius di seluruh tubuhnya. Kepala korban terpisah dari leher, dan bagian mata, hidung, rambut, serta telinga sudah hilang. Hanya tersisa tengkorak kepala. Lengan tangan korban juga terlepas dari bahu.

Selain itu, ada luka pada leher korban yang membuat bagian dada atas sebelah kanan hanya tersisa sedikit. Dada korban mengalami luka robek, dan paha sebelah kiri juga mengalami luka robek sepanjang sekitar 40 cm.

Setelah proses identifikasi dan pemulasan jenazah, jenazah Sahanan akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Batu Gane.

Peristiwa yang Menyedihkan

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar bahwa wilayah hutan bisa menjadi tempat yang berbahaya, terutama bagi mereka yang sering melakukan aktivitas di dekatnya. Masyarakat kini lebih waspada dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Korban meninggalkan keluarga yang sangat merasa kehilangan. Duka ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh masyarakat sekitar yang mengenal Sahanan sebagai sosok yang baik dan rajin bekerja.

Tindakan yang Dilakukan Setelah Kejadian

Setelah kejadian, pihak desa dan aparat setempat segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kematian Sahanan. Mereka juga memberikan dukungan emosional kepada keluarga korban.

Selain itu, pihak berwenang juga memperketat pengawasan di area hutan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di dekat hutan atau daerah yang memiliki potensi bahaya.

Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat dapat belajar untuk lebih waspada dan menjaga keselamatan diri sendiri, terutama ketika berada di lingkungan yang tidak aman.

Pos terkait