Korea Utara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Kedaulatan yang Tidak Sah

Aa1xipz3 5
Aa1xipz3 5

Pernyataan Korea Utara terhadap Serangan AS dan Israel terhadap Iran

Pemerintah Korea Utara mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai “agresi ilegal” yang melanggar kedaulatan negara. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang merujuk pada laporan dari kantor berita pemerintah Korean Central News Agency (KCNA).

“Serangan AS-Israel terhadap Iran adalah ‘agresi ilegal’ dan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional,” ujar juru bicara tersebut. Ia menilai bahwa tindakan AS dalam serangan tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan luar negeri AS yang memiliki sifat hegemonik.

“Keterlibatan AS sesuai dengan perkiraan,” kata juru bicara itu. Ia menegaskan bahwa tindakan AS adalah hasil yang tak terhindarkan mengingat sifat AS yang dinilai “hegemonik dan seperti gangster”.

Selain itu, Korea Utara menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai perang agresi yang tidak sah.

Ledakan di Teheran Akibat Serangan Udara dan Rudal

Sebelumnya, ledakan hebat terdengar di sejumlah titik di Teheran pada Minggu (1/3), yang disebabkan oleh serangan udara dan rudal yang menghantam kawasan tersebut. Serangan tersebut dilakukan oleh Israel dan AS sejak Sabtu (28/2).

Menurut laporan dari kantor berita pemerintah Iran, IRNA, ledakan terjadi di sekitar persimpangan Seyyed Khandan dan Qasr, serta di kawasan Vanak Square dan Jalan Motahari. Laporan ini muncul tidak lama setelah militer Israel mengumumkan telah melakukan serangan udara berskala besar ke “jantung” ibu kota Iran.

Target Operasi Militer Israel

Sementara itu, militer Israel menyebut operasi tersebut menargetkan langsung infrastruktur utama Iran. “IDF menyerang target yang termasuk rezim teror Iran di Jantung Teheran,” demikian pernyataan mereka yang dikutip dari Reuters.

Operasi ini menunjukkan intensitas serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap Iran, yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Dalam konteks ini, pernyataan Korea Utara menjadi salah satu respons internasional terhadap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan suatu negara.

Reaksi Internasional terhadap Konflik

Tidak hanya Korea Utara yang mengkritik tindakan AS dan Israel, tetapi juga beberapa negara lain yang khawatir akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan-pernyataan seperti ini menunjukkan bahwa situasi saat ini sangat rentan terhadap pergeseran politik dan militer yang bisa memicu perang skala besar.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi komunitas internasional untuk mencari solusi damai dan menghindari tindakan yang bisa memperburuk ketegangan. Namun, sampai saat ini, belum ada indikasi signifikan tentang upaya diplomasi yang akan segera dilakukan.

Kesimpulan

Peristiwa serangan AS dan Israel terhadap Iran telah memicu reaksi kuat dari berbagai pihak, termasuk Korea Utara yang mengecam tindakan tersebut sebagai agresi ilegal. Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat, dan potensi konflik yang lebih besar masih menjadi ancaman nyata. Dengan adanya peningkatan aktivitas militer, penting bagi seluruh pihak untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan yang bisa memicu perang.

Pos terkait