Kasus Kematian Nizam: Dugaan Kekerasan oleh Ayah Kandung dan Ibu Tiri
Kasus kematian Nizam (13) yang diduga disiksa oleh ibu tiri dan ayah kandungnya telah menggemparkan publik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap fakta-fakta mengejutkan terkait dugaan kekerasan yang dialami bocah asal Sukabumi, Jawa Barat ini sejak usia 9 tahun.
Kekerasan yang Dilakukan Selama Berbulan-bulan
Berdasarkan laporan dari keluarga besar dan tetangga, Nizam tidak hanya menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, Teni Ridha, tetapi juga oleh ayah kandungnya, Anwar Satibi. Kejadian ini dilaporkan terjadi secara intensif selama empat tahun terakhir. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR RI pada Senin (2/3/2026), Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menjelaskan bahwa Nizam sering kali dipukul dan ditampar oleh ayah kandungnya.
“Kami bertemu dengan keluarga dan juga tetangga. Kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tetapi juga ayah,” ujar Diyah Puspitarini.
Respons Ayah yang Mengejutkan
Saat mengetahui bahwa Nizam disiksa oleh ayah kandungnya, keluarga dan tetangga sempat mengingatkan Anwar. Namun, respons yang diberikan oleh ayah kandung Nizam sangat mengejutkan. Menurut Diyah, jawaban Anwar adalah “itu anak saya, itu urusan saya.”
Hal ini membuat keluarga dan tetangga merasa tidak berani untuk mengingatkan kembali. Bahkan, setelah kekerasan yang dilakukan oleh ibu tiri juga terjadi, Anwar tetap bersikeras bahwa hal tersebut adalah urusan pribadinya.
Tidak Ada Ziarah ke Makam Nizam
Fakta lain yang diungkap oleh Diyah adalah bahwa setelah Nizam dikuburkan pada 18 Februari 2026, ayah kandungnya tidak pernah berkunjung ke makam almarhum. Bahkan hingga tanggal 25 Februari, ketika tim KPAI datang ke makam, ayah kandung Nizam belum pernah ke makam sama sekali.
“Sampai tanggal 25 Februari ketika kami ke makam ananda, ayah kandung belum pernah ke makam sama sekali,” ujar Diyah.
Dugaan Filisida
Atas dasar fakta-fakta tersebut, Diyah menduga bahwa kematian Nizam termasuk dalam kategori filisida. Filisida adalah tindakan sengaja yang dilakukan oleh orangtua untuk menghabisi nyawa anak mereka sendiri. Hal ini bisa dilakukan oleh orangtua kandung atau orangtua tiri.
“Bapak Dewan yang terhormat, kami sampaikan bahwa ini termasuk filisida, Pak. Jadi, pembunuhan anak yang dilakukan oleh orangtua, baik orangtua kandung atau orangtua tiri,” pungkas Diyah.
Perawatan yang Tidak Memadai
Selain itu, Diyah juga menyebut bahwa Nizam sakit lima hari sebelum meninggal. Namun, ia tidak diperiksa ke dokter. Perlakuan yang diterimanya sama seperti yang terlihat dalam video.
Kesimpulan
Kasus kematian Nizam menjadi peringatan penting tentang perlindungan anak dan tanggung jawab orangtua. KPAI meminta agar kasus ini segera ditangani secara serius dan transparan. Dengan adanya dugaan filisida, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anak.





