Pertumbuhan Kredit Perbankan di Kuartal Pertama 2026 Dinilai Positif
Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan tanda-tanda positif. Hal ini didorong oleh momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran, serta akselerasi berbagai program pemerintah yang sedang berjalan.
Menurut ekonom dari Universitas Bina Nusantara, Doddy Ariefianto, pertumbuhan kredit pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan mencapai kisaran 10% hingga 11% secara tahunan (year on year/ yoy). Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk basis awal yang kuat, dukungan likuiditas dari sistem keuangan, serta permintaan konsumsi dan modal kerja yang meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Mempertimbangkan basis awal yang kuat, dukungan likuiditas, serta permintaan musiman dari kegiatan konsumsi dan modal kerja menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami memperkirakan pertumbuhan kredit di kuartal pertama 2026 berada pada kisaran 10%-11%,” ujar Doddy dalam wawancaranya.
Doddy juga mengamati adanya pola berulang dalam pertumbuhan kredit perbankan. Biasanya, kredit cenderung tumbuh dengan angka dua digit di awal tahun. Contohnya, pada kuartal pertama tahun 2025, pertumbuhan kredit bank mencapai 10,27% (yoy). Menurutnya, pola ini terjadi karena adanya daya dorong musiman serta realisasi anggaran di awal tahun.
Selain dari sektor konsumsi, pertumbuhan kredit juga akan datang dari segmen korporasi. Terutama terkait percepatan proyek strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah, dan koperasi merah putih. Jika proyek-proyek tersebut terealisasi dengan baik, permintaan kredit investasi dan modal kerja diprediksi akan tetap solid.
Perkiraan Doddy juga sejalan dengan prospek penyaluran kredit perbankan untuk tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). Dalam laporan kajian stabilitas keuangan, BI memperkirakan bahwa penyaluran kredit perbankan akan membaik secara terbatas dengan kisaran pertumbuhan antara 8% hingga 12% sepanjang tahun 2026.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Kredit
Beberapa faktor utama yang menjadi pendukung pertumbuhan kredit perbankan antara lain:
- Momentum musiman: Seperti Ramadan dan Lebaran, yang sering kali meningkatkan aktivitas konsumsi dan modal kerja.
- Dukungan likuiditas: Sistem keuangan yang stabil memberikan ruang bagi bank untuk menyalurkan kredit lebih besar.
- Realisasi anggaran: Pemerintah sering kali melakukan realisasi anggaran di awal tahun, yang berdampak pada peningkatan permintaan kredit.
- Program pemerintah: Proyek strategis seperti MBG, 3 juta rumah, dan koperasi merah putih dapat mendorong permintaan kredit investasi.
Proyeksi Pertumbuhan Kredit Tahun 2026
Bank Indonesia (BI) memberikan proyeksi bahwa pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2026 akan mengalami peningkatan yang terbatas, namun masih cukup signifikan. Dalam laporan mereka, BI memperkirakan pertumbuhan kredit akan berada dalam kisaran 8% hingga 12%.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi global, sektor perbankan masih memiliki potensi untuk tumbuh. Kombinasi antara kebijakan pemerintah yang mendukung, permintaan pasar yang stabil, serta pengelolaan risiko yang baik, akan menjadi kunci utama dalam mencapai pertumbuhan kredit yang optimal.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan sinyal positif. Berbagai faktor seperti momentum musiman, dukungan likuiditas, dan realisasi anggaran di awal tahun berkontribusi pada pertumbuhan yang optimis. Selain itu, proyeksi dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa kinerja kredit perbankan pada tahun 2026 akan tetap stabil dan berkembang.





