Krisis Dokter Hewan di Batang, Satu Veteriner Tangani Ribuan Ternak

65fb7f7cdca9c 1
65fb7f7cdca9c 1

Keterbatasan Dokter Hewan Menghambat Pertumbuhan Peternakan Sapi Perah di Batang

Di tengah pesatnya perkembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, muncul tantangan serius yang mengancam kelangsungan usaha para peternak. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga dokter hewan. Saat ini, hanya satu medik veteriner yang bertugas menangani diagnosa penyakit ternak di seluruh wilayah kabupaten.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Syam Manohara, menjelaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada pembangunan gedung Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), melainkan pada jumlah tenaga medik veteriner yang sangat terbatas. Menurutnya, saat ini hanya tersedia satu medik veteriner di Pemkab Batang, yang menyebabkan pelayanan kesehatan hewan kurang optimal, terutama dalam diagnosa penyakit yang hanya bisa dilakukan oleh dokter hewan.

Meskipun terdapat sekitar 20 paramedik veteriner yang membantu pelayanan di lapangan, kewenangan untuk melakukan diagnosa tetap berada di tangan medik veteriner. “Jika ada tambahan dokter hewan, tentu penanganan bisa lebih cepat. Ini yang paling mendesak,” tegas Syam.

Kecamatan Reban kini menjadi salah satu sentra sapi perah yang berkembang pesat. Dua desa, yakni Pacet dan Semampir, menjadi pemasok susu untuk perusahaan multinasional Nestlé. Camat Reban, Sugiharto, menjelaskan bahwa jumlah sapi perah berkualitas tinggi di wilayahnya sudah mencapai lebih dari 100 ekor dan masih akan bertambah seiring pembangunan kandang baru oleh para peternak.

Namun, di sisi lain, peternak sempat mengalami kerugian akibat penyakit ternak yang tidak tertangani dengan cepat. Hal itulah yang mendorong munculnya usulan pembangunan Puskeswan di wilayah Reban. “Kalau ada layanan kesehatan hewan yang lebih cepat, kematian mendadak bisa dicegah,” ujarnya.

1 Dokter Untuk 3 Kecamatan

Syam Manohara menyebut, secara ideal, satu medik veteriner seharusnya menangani maksimal tiga kecamatan. Dengan luas wilayah dan jumlah ternak yang terus bertambah, keberadaan satu dokter hewan dinilai sangat tidak memadai. Seluruh kebutuhan diagnosa penyakit hewan ternak saat ini hanya ditangani satu orang dokter hewan.

Kondisi tersebut dinilai berisiko memperlambat penanganan wabah maupun kasus penyakit mendadak. Pemkab Batang pun berencana menambah formasi medik veteriner melalui seleksi CPNS atau PPPK. Bupati Faiz menyatakan tambahan satu dokter hewan sudah mulai dianggarkan. “Ini sedang kita anggarkan tambahan satu dokter hewan lagi,” ucapnya.

Bupati Faiz juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci perbaikan kesejahteraan keluarga di Batang. “Jangan sampai anak dan cucu kita putus sekolah. Pendidikan adalah kunci memperbaiki nasib,” tutupnya.

Langkah Penunjang untuk Masa Depan Peternakan

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Batang berencana memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa kelas 1 SD/MI dan SMP/MTs pada tahun 2026. Di tengah geliat ekonomi sektor peternakan yang semakin menjanjikan, penguatan layanan kesehatan hewan dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tersebut tidak terhambat.

Dengan meningkatkan jumlah tenaga medik veteriner, diharapkan dapat memastikan kesehatan ternak tetap terjaga, sehingga produksi susu dan hasil ternak dapat stabil. Selain itu, peningkatan infrastruktur kesehatan hewan juga menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.


Pos terkait