Raisa dan Bubah Alfian Selamat Setelah Nyaris Tertahan di Bandara Dubai
Raisa dan Bubah Alfian akhirnya tiba dengan selamat di Indonesia setelah mengalami situasi yang sangat mencekam di Bandara Dubai. Perjalanan mereka nyaris terhambat akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu penutupan ruang udara secara massal.
Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu efek domino yang luar biasa bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara di kawasan tersebut langsung menutup atau membatasi wilayah udara mereka demi alasan keselamatan sipil. Akibatnya, banyak penerbangan di berbagai bandara harus dibatalkan.
Di sisi lain, penyanyi Indonesia Raisa dan makeup artist Bubah Alfian merasa lega setelah berhasil pulang ke Tanah Air dengan selamat. Setelah sempat terjebak dalam situasi mencekam di Bandara Dubai, keduanya akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di tanah air. Perjalanan mereka pada akhir pekan lalu nyaris terhenti total.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah—akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran—sempat melumpuhkan jalur udara di sekitar Dubai.
Hampir Tertahan di Bandara Dubai
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Bubah Alfian menceritakan momen mendebarkan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa suasana di bandara awalnya terasa normal dan tenang saat mereka hendak naik ke pesawat. Namun, situasi berubah drastis saat mendarat. Ketidakpastian mengenai keamanan jalur udara dan ketegangan yang terjadi selama penerbangan meninggalkan kesan mendalam.
Bubah menggambarkan bahwa wajah mereka tampak pucat pasi sesaat setelah menyentuh landasan. “Alhamdulillah saya dan Yaya dalam lindungan Allah,” ujarnya dikutip pada Senin (2/3/2026). “Kami terbang kurang dari satu jam sebelum semuanya terjadi,” imbuhnya sembari mengungkapkan rasa syukur bisa tiba di Indonesia dengan aman.
Tak hanya berbagi pengalaman pribadi, ia juga mengungkapkan empati mendalam atas kondisi dunia saat ini yang seolah tak henti diterpa ujian dan kecemasan. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, ia menyematkan harapan agar keselamatan dan kedamaian bisa segera kembali memayungi bumi. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak putus harapan, seraya terus memperkuat doa dan saling memberikan dukungan moral satu sama lain.
Penerbangan Dibatalkan Demi Keselamatan
Eskalasi konflik pecah setelah serangan udara yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu reaksi keras. Sebagai bentuk balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer hingga merambah ke zona sipil di beberapa negara kawasan Teluk.
Dampak dari saling balas serangan ini meluas hingga ke sektor penerbangan global. Mengutamakan keselamatan nyawa warga sipil, sejumlah negara—termasuk Uni Emirat Arab (UEA)—mengambil langkah tegas dengan menutup total atau membatasi ruang udara mereka. Kebijakan darurat ini seketika melumpuhkan jalur langit dan memaksa ribuan jadwal penerbangan dibatalkan secara massal.
Penutupan ruang udara dan dampak serangan ini menyebabkan ribuan penerbangan urung lepas landas atau kembali ke bandaranya. Bandara besar seperti Dubai International Airport membatalkan seluruh penerbangan. Data menunjukkan bahwa puluhan ribu penerbangan di seluruh dunia mengalami gangguan akibat konflik ini, termasuk pembatalan, penundaan, dan rute ulang.





