Krisis Timur Tengah Memanas, Keamanan Jemaah Umrah DIY Terjamin

Aa1ikw5m
Aa1ikw5m

jogja.

YOGYAKARTA – Tensi geopolitik yang sedang berlangsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah telah memicu kekhawatiran global. Hal ini juga berdampak pada para jemaah umrah asal Indonesia, terutama dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski situasi terus berubah, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah DIY menegaskan bahwa hingga saat ini, jemaah asal Yogyakarta dalam kondisi aman dan belum ada laporan kendala kepulangan.

Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj DIY Jauhar Mustofa menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara berkala. Hingga Senin malam, arus keberangkatan jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi masih berjalan lancar.

“Sejauh pantauan kami relatif tidak ada kendala. Sampai tadi malam masih ada yang berangkat dan sudah landing di sana dengan aman,” ujar Jauhar di Yogyakarta, Senin.

Pemerintah pusat melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah juga tidak tinggal diam. Mereka telah menerjunkan tim khusus atau task force di tiga titik strategis, yaitu Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan Madinah. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko jika sewaktu-waktu terjadi perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara di kawasan konflik.

Tim ini bertugas mendampingi jemaah, terutama dalam proses kepulangan ke tanah air. Dengan adanya tindakan ini, diharapkan jemaah tetap merasa aman dan nyaman selama berada di Arab Saudi.

Mengenai jumlah pasti jemaah asal DIY yang saat ini berada di Arab Saudi, Jauhar mengakui bahwa data lengkap belum tersedia karena biro perjalanan umrah tidak diwajibkan melapor secara spesifik ke Kanwil daerah. Namun, koordinasi dengan pusat terus dilakukan agar informasi dapat diperbarui secara berkala.

Dalam situasi keamanan yang tidak menentu, pemerintah mengeluarkan beberapa poin penting bagi masyarakat. Berikut adalah rekomendasi yang diberikan:

  • Calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diimbau untuk mempertimbangkan penundaan demi keselamatan.
  • Masyarakat diminta untuk tidak panik dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoaks).
  • Selalu mengikuti perkembangan terkini melalui kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah atau KBRI.

“Masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Jauhar.

Pos terkait