Kronologi Chelsea Olivia Haid Nonstop 2 Bulan ke Rumah Sakit Malaysia

Hipwee 101086559 985935031865159 3714875891429743476 N 1
Hipwee 101086559 985935031865159 3714875891429743476 N 1

Kronologi Chelsea Olivia yang Mengalami Pendarahan Berkepanjangan

Chelsea Olivia, seorang artis ternama di Indonesia, mengalami kondisi medis yang sangat mengkhawatirkan. Ia mengalami haid atau menstruasi selama dua bulan secara terus-menerus, hingga harus dilarikan ke rumah sakit di Malaysia. Peristiwa ini menarik perhatian publik dan menjadi topik pembicaraan yang hangat.

Menurut cerita Chelsea Olivia melalui akun Instagramnya @chelseaolivia, gangguan medis yang dialaminya dimulai setelah ia kembali dari Jepang pada bulan Januari. Awalnya, ia merasa bahwa kondisinya normal, mungkin karena kelelahan setelah liburan. Namun, rasa sakit dan kram yang lebih kuat dari biasanya membuatnya mulai curiga.

Awalnya, Chelsea Olivia hanya mengira hal itu wajar. Tapi setelah 10 hari berlalu, lalu 2 minggu hingga memasuki 2 bulan, ia masih terus mengalami pendarahan. Akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan kontrol ke dokter kandungan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami gangguan hormon. Meskipun cek hormon dan pemeriksaan lainnya tidak menemukan kejanggalan, ia tetap diberi obat hormon untuk membantu menjaga keseimbangan dan menghentikan pendarahan.

Sayangnya, konsumsi obat dari dokter kandungan tidak berhasil mengubah kondisinya. Ia kemudian memilih untuk memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Hasil pemeriksaan darah lengkap menunjukkan bahwa semua kondisi tubuhnya baik, meski ada beberapa nilai yang rendah.

Setelah itu, Chelsea Olivia kembali ke dokter kandungan untuk melepas IUD. Dokter menyatakan bahwa semua kondisi organ reproduksinya baik. Rahimnya sehat, banyak telur ditemukan, tidak ada miom atau kista. Namun, pertanyaannya tetap sama: mengapa kondisinya tidak berhenti?

Selama masa gangguan haid, Chelsea mengalami perubahan fisik seperti perut yang membengkak, kram, lemas, dan pusing. Bahkan, berat badannya naik hingga 5 kg. Kondisi ini membuatnya semakin khawatir dan mencari opini kedua di Negeri Jiran, tepatnya di Island Hospital.

Di sana, dokter menemukan adanya lingkaran putih di bagian leher rahim. Penyebab pendarahan tak kunjung berhenti adalah temuan tersebut. Dokter Low Kah Pin menjelaskan bahwa ketidakseimbangan hormon bisa menyerang siapa saja, terutama wanita yang sudah melahirkan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada yang bisa memastikan penyebab pasti dari kondisi ini.

Chelsea Olivia akhirnya memutuskan untuk menjalani empat tahap operasi. Keempat prosedur tersebut adalah tindakan medis minimal invasif untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan di dalam rahim tanpa sayatan luar. Proses tersebut termasuk hysteroscopy, polypectomy, D&C, dan endometrial resection.

Hysteroscopy digunakan untuk memvisualisasikan rahim, sedangkan polypectomy digunakan untuk mengangkat polip. D&C adalah proses mengikis lapisan rahim, dan endometrial resection adalah pengangkatan lapisan rahim secara lebih dalam, sering dilakukan bersamaan.

Sebagai saran bagi para wanita, Chelsea Olivia menyarankan untuk rajin melakukan check up reproduksi setidaknya satu tahun sekali. Tes hormon juga sangat dianjurkan untuk dilakukan. Ia menekankan pentingnya memantau tanggal menstruasi dan menyelesaikan masalah secepat mungkin jika terjadi kejadian yang tidak biasa.




Pos terkait