Kebakaran di area rooftop Hotel Grand Arkenso Semarang menimbulkan satu korban luka. Kejadian ini terjadi di bagian belakang Grand Arkenso Park View Hotel yang berada di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Peristiwa tersebut berlangsung pada hari Minggu (1/3/2026). Bagaimana kronologinya?
Kronologi Kebakaran
General Manager Grand Arkenso Park View Hotel, Setya Teguh Yuwana, menjelaskan kronologi kebakaran tersebut. Insiden bermula ketika seorang pegawai yang tinggal di mess lantai 12 mendengar suara mencurigakan. Saat diperiksa, api telah menyala di dalam ruang boiler.
“Beliau sedang istirahat sambil melihat ponsel, awalnya mengira itu hujan,” ujar Setya, seperti dikutip dari sebuah sumber berita.
Setelah melihat api yang muncul, pegawai tersebut langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari lantai 11 dan 12. Dengan bantuan staf lain, upaya pemadaman dilakukan. Fasilitas hidran pun digunakan untuk memadamkan api.
“Api padam menggunakan hidran, kemudian bisa padam. Sesudah itu, damkar datang untuk melakukan pendinginan, karena mereka yang paham titik-titik mana yang masih berpotensi kembali memunculkan bara api,” jelas Setya.
Satu Korban Luka
Saat proses pemadaman menggunakan hidran, seorang pegawai mengalami luka. Namun, tidak ada korban dari tamu hotel maupun kepanikan berlebihan saat kejadian.
“Hanya ada satu pegawai kami yang tangannya terluka karena berusaha memadamkan api menggunakan hidran,” kata Setya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada korban atau kekacauan selama kejadian.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Setya mengatakan bahwa ia dibangunkan oleh petugas keamanan sekitar pukul 23.30 WIB. Ia langsung turun dan memerintahkan evakuasi tamu sesuai prosedur tetap (protap).
“Masing-masing pegawai membawa daftar room list, mereka mengarahkan tamu keluar melalui tangga darurat. Ditangani sendiri oleh petugas. Yang menangani tadi dua security, FO, engineering, kebetulan ada yang ganti shift akhirnya kami tarik untuk diberbantukan,” paparnya.
Kesimpulan
Peristiwa kebakaran di rooftop Hotel Grand Arkenso Semarang menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran dan persiapan yang baik dalam menghadapi situasi darurat. Meskipun hanya satu korban luka, kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar dan pentingnya respons cepat dari para petugas.
Dengan adanya prosedur evakuasi yang sudah disiapkan, kekacauan bisa dihindari. Selain itu, penggunaan alat pemadam api dan bantuan dari damkar sangat krusial dalam memadamkan api sebelum menyebar lebih luas.





