Kebakaran di Gedung Hotel Grand Arkenso Park View Semarang
Kebakaran terjadi di bagian atas gedung Grand Arkenso Park View Hotel yang berada di kawasan Simpanglima, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada malam hari Minggu (1/3/2026). Api tampak membumbung tinggi dari rooftop belakang hotel sekitar pukul 23.30 WIB dan memicu kepanikan warga sekitar.
Dari kejauhan, kobaran api terlihat menyala besar di pojok atas gedung yang menghadap ke arah Jalan Seroja Selatan. Sejumlah mobil pemadam kebakaran terparkir di sekitar lokasi, sementara petugas melakukan penanganan hingga proses pendinginan.
Saksi Mata Melihat Api Membesar di Pojok Atas
Salah satu saksi mata, Imron (50), tukang sapu jalan yang sedang melintas, mengaku melihat api menyala cukup besar saat pertama kali muncul. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia sedang berjalan kaki dan melihat dari kejauhan api di paling ujung atas, menyala besar di pojok.
“Saya lagi jalan kaki, lihat dari kejauhan api di paling ujung atas, menyala besar di pojok. Kemudian banyak pemadam kebakaran, tapi waktu saya sampai lokasi apinya mengecil, langsung padam,” kata Imron.
Ia menyebut mobil pemadam yang datang lebih dari dua unit. Meski tidak melihat jelas proses evakuasi, Imron menduga tamu hotel telah diarahkan keluar karena banyak orang terlihat berada di luar area gedung.
“Ya mestinya pada keluar ya kalau ada kebakaran begitu,” lanjut dia.
General Manager Dibangunkan Security, Evakuasi Dilakukan Sesuai Protap
General Manager Grand Arkenso Park View Hotel, Setya Teguh Yuwana, menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari ruang boiler di lantai atas yang digunakan untuk pemanas air. “Pegawai kami kebetulan mess-nya di lantai 12, beliau lagi istirahat sambil lihat ponsel, dengar suara ‘kletek-kletek’, dipikirnya hujan awalnya. Begitu keluar, ruang boiler itu menyala apinya,” ungkap Setya.
Mengetahui hal tersebut, pegawai langsung mengambil APAR dari lantai 11 dan 12 untuk melakukan pemadaman awal. Beberapa staf lain yang diberi tahu segera naik membantu.
“Saya dibangunkan security pada 23.30 WIB, saya turun, perintahkan evakuasi. Masing-masing pegawai membawa daftar room list, mereka mengarahkan tamu keluar melalui tangga darurat,” jelas dia.
Evakuasi ditangani internal oleh dua petugas security, front office (FO), serta tim engineering. Bahkan pegawai yang hendak ganti shift turut ditarik untuk membantu penanganan.
“Tamu lantai 6 dan 9, kebetulan lagi low season kami block. Saving room lantai 10 dan 11 tidak kami gunakan, hanya 6 sampai 9 yang terisi,” terang Setya.
Dia memastikan api tidak merembet ke kamar tamu. “Api tidak merembet ke kamar. Kebakaran sesaat, memang apinya besar. Jam 00.00 itu sudah padam,” tegasnya.
Setya juga menyebut hotel memiliki standar keselamatan yang telah dipersiapkan, termasuk hydrant di lantai 11 dan 12 serta APAR di setiap lantai. “Safety-nya sudah kami siapkan, ada hydrant di lantai 11 dan 12, kalau tidak ada, ya ceritanya akan berbeda lagi. Kami kan ada protap, kami kan fire champion, belum lama ini ikut pelatihan penanganan kebakaran,” ujarnya.
Setya menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara api tersisa. Hingga sekitar pukul 01.40 WIB, aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang termasuk tim Inafis masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian.





