Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman di Dusun Kappung Tulu
Kebakaran hebat terjadi di Dusun Kappung Tulu, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Sabtu (28/2/2026) malam. Peristiwa ini terjadi saat warga sedang melaksanakan salat tarawih Ramadan. Api bermula dari rumah warga yang berada di tengah permukiman padat penduduk dan segera menjalar ke rumah-rumah lainnya.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), sebanyak 35 rumah warga terdampak kebakaran. Dengan rincian 29 rumah ludes terbakar hingga rata dengan tanah, sementara 10 rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) atau total 173 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau menempati tenda darurat.
Salah satu korban meninggal dunia atas nama Muhammad (61 tahun) diduga akibat kelelahan saat mengevakuasi barang-barangnya. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari Polman dan Majene diterjunkan dengan 10 armada untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar dua jam karena sulitnya akses di kawasan padat penduduk.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Saat itu, warga sedang melaksanakan salat tarawih di masjid. Beberapa rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya pergi ke masjid. Api bermula dari dapur rumah warga yang ditinggal pemiliknya saat memasak. Kobaran api cepat merambat ke rumah lainnya karena jarak antar rumah cukup dekat dan bangunan terbuat dari bahan semi permanen.
Warga yang panik mencoba memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka. Namun, kondisi tersebut membuat warga hanya bisa pasrah melihat kobaran api. Mereka hanya mampu menyiram air seadanya.
Respons Darurat dan Tindakan yang Dilakukan
BPBD Polman telah membangun posko darurat untuk menampung para pengungsi yang kehilangan rumah. Kepala Pelaksana BPBD Polman, Andi Chandra, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 35 rumah yang rusak dan 173 warga mengungsi. Sebagian besar pengungsi tinggal di rumah kerabat atau tenda darurat.
Menurut Sekretaris Desa Galung Tuluk, Muhammad Sukri, saat kebakaran terjadi, warga sedang salat tarawih di masjid. Teriakan warga tentang adanya kebakaran langsung terdengar. Ia menyebutkan bahwa api bermula dari bagian rumah yang berada di tengah kawasan padat penduduk. Kobaran api merembes ke rumah lainnya yang jaraknya cukup dekat.
Selain itu, beberapa ledakan diduga berasal dari tabung gas saat kobaran api mulai menjalar. Petugas Damkar membutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya untuk memadamkan api. Hingga saat ini, petugas kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kondisi Pengungsi dan Upaya Bantuan
Para pengungsi terus berusaha mengevakuasi sisa kobaran api di bekas rumahnya. Meski kondisi tidak ideal, mereka tetap berupaya untuk membersihkan area yang terbakar. BPBD juga terus memantau situasi dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan pengungsi.
Pemadam kebakaran dan warga terus berupaya memadamkan api yang membakar rumah-rumah di kawasan padat penduduk. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena sulitnya akses dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Kesimpulan
Peristiwa kebakaran yang terjadi di Dusun Kappung Tulu menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara warga dan instansi terkait dalam menghadapi bencana. Dengan dukungan dari BPBD dan petugas damkar, diharapkan kondisi pengungsi dapat segera pulih dan kembali stabil.





