Perbedaan Tantangan dalam Duel Shavkat Rakhmonov
Shavkat Rakhmonov, atlet UFC yang dijagokan oleh pelatihnya Ard Bazrov, kini menghadapi kemungkinan pertandingan melawan dua lawan tangguh, yaitu Khamzat Chimaev dan Islam Makhachev. Kedua petarung ini menjadi calon lawan potensial bagi Rakhmonov di masa depan. Meskipun mungkin hanya salah satu dari mereka yang akan bertemu dengan Rakhmonov, setiap duel tersebut memiliki tantangan unik yang perlu dipersiapkan secara khusus.
Bazrov menilai bahwa duel melawan Khamzat Chimaev akan lebih sulit dibandingkan melawan Islam Makhachev. Hal ini bukan hanya karena teknik bantingan Chimaev yang sangat baik, tetapi juga karena cara dia melakukan gerakan tambahan saat menjatuhkan lawannya. Bukan hanya sekadar menabrak kaki lawan, Chimaev melakukan rotasi tubuh yang membuat lawannya kesulitan menjaga keseimbangan.
“Menurut saya, akan lebih sulit saat menghadapi Khamzat,” ujarnya. “Itu karena Chimaev memiliki teknik bantingan mengambil dua kaki yang sangat bagus. Yang dia lakukan bukan hanya sekedar lewat… Saat melakukan bantingan, dia memutar ke segala sisi.”
Selain itu, ukuran tubuh Chimaev juga menjadi faktor penting. Dibandingkan Makhachev, Chimaev memiliki tubuh yang lebih besar dan jangkauan tangan yang lebih panjang. Meski keduanya sama-sama memiliki kontrol yang baik, Chimaev dinilai lebih sulit dilawan karena keuntungan fisik tersebut.
“Selain itu, Chimaev juga memiliki kontrol yang sangat bagus,” jelas Bazrov. “Memang Makhachev juga memiliki kontrol yang bagus, tetapi Chimaev begitu tinggi serta punya tangan yang panjang. Oleh karenanya, beradaptasi dengan gaya bergulatnya akan lebih sulit.”
Meski demikian, Bazrov menegaskan bahwa komentarnya tidak bermaksud merendahkan kemampuan Makhachev. Ia hanya ingin menyampaikan bahwa Chimaev akan menjadi lawan yang lebih berat bagi Rakhmonov.
Kondisi Cedera Rakhmonov dan Harapan untuk Kembali
Di tengah persiapan untuk pertandingan-pertandingan mendatang, Rakhmonov sedang menghadapi cobaan besar akibat cedera lutut yang dialaminya pada Januari 2026 lalu. Cedera ini memaksa dia absen dari ajang UFC selama beberapa waktu. Namun, Rakhmonov tetap optimis dan berkomitmen untuk segera pulih dan kembali bertarung.
“Ini bukanlah hal yang mudah untuk diterima,” katanya. “Saya akan kembali lebih kuat, cerdas, dan lebih lapar.” Target utamanya adalah tetap hidup dan kemudian membawa gelar juara UFC ke Kazakhstan.
Rakhmonov percaya bahwa pengalaman cedera ini akan menjadi pembelajaran berharga baginya. Ia bersikeras untuk tidak menyerah dan terus berjuang demi mengejar impian untuk membawa gelar juara ke tanah kelahirannya.





