Kultum Hari Ini: Puasa dan Jalan Pulang

Contoh Kultum Singkat 5 7 Menit Di Hari Kedua Puasa Ramadhan 2024 2
Contoh Kultum Singkat 5 7 Menit Di Hari Kedua Puasa Ramadhan 2024 2

Puasa: Latihan Pengendalian Diri dan Pencarian Tujuan Hidup

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia merupakan sarana latihan pengendalian diri yang berdampak besar pada kehidupan setelah kematian. Puasa mengajarkan manusia untuk menahan hawa nafsu, melatih kesabaran dan keikhlasan, meningkatkan empati terhadap sesama, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Bagi umat Islam, puasa memiliki makna mendalam berkaitan dengan kehidupan akhirat, pertanggungjawaban amal, serta perjalanan ruh setelah meninggalkan dunia. Puasa bukan sekadar ritual tahunan, tapi proses pembentukan karakter. Ibadah ini menjadi sarana pembersihan jiwa agar manusia lebih siap dalam menghadapi kehidupan setelah kematian.

Kultum hari ini, Senin (2/3) tentang Puasa dan Jalan Pulang, dibawakan oleh Aan Rukmana, dosen Universitas Paramadina, Jakarta. Dalam kultumnya, ia menyampaikan pesan-pesan penting mengenai makna puasa dalam konteks kehidupan dan tujuan hidup manusia.

Bismillah dan Sambutan Awal

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi robbil’alamin. Assholawatu wassalamu ala asrafil anbiya wal mursalin. Sayyidina wa nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi assalihina ajma’in.

Alhamdulillah, hingga detik ini Allah masih memberikan kita nikmatnya, yaitu melaksanakan ibadah suci di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Renungan Mengenai Kehidupan

Kalau kita coba hayati, kalau coba kita renungi hidup ini, sesungguhnya hidup ini sangatlah singkat. Karena kapanpun Allah bisa memanggil kita dalam kondisi apapun dan dimanapun. Maka dari itu, hendaknya dalam hidup ini kita tahu kemana tujuan hidup kita, kemana kita akan kembali, dan dari mana kita berasal.

Tidak ada alasan bagi kita untuk menunda mencari tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali. Maka dari itu, sebagaimana diajarkan di dalam Islam, sebagaimana juga diperkuat di dalam teori-teori modern mengenai keberadaan manusia, maka manusia itu yang ideal, yang baik adalah manusia yang mengetahui hakikat serta tujuan hidupnya akan dibawa kemana.

Tujuan Hidup yang Jelas

Karena kalau kita tidak tahu tujuan hidup kita akan dibawa kemana, hidup kita tidak jauh seperti binatang-binatang. Hidup kita tidak lebih hanya dihabiskan untuk urusan makan, hidup kita tak lebih hanya dipakai untuk urusan minum, untuk urusan berhubungan, untuk urusan yang sifatnya betul-betul keduniawian, yang jauh dari pesan-pesan Allah SWT.

Maka dari itu, mau tidak mau, di bulan suci ini kita melatih diri kita supaya kita mengetahui tujuan kita ini akan kemana. Di dalam Al-Quran ditegaskan dengan tegas, Allah mengatakan bahwa tujuan hidup kita ini bukan di dunia ini, tapi di akhirat nanti. Dan akhirat itu lebih utama daripada di dunia ini.

Mengingat Allah sebagai Jalan Menuju Tujuan

Kalau kita saat ini masih bingung kita akan kemana, masih galau kita mau bagaimana, ingat Allah. Karena hanya dengan cara mengingat Allah lah, kita betul-betul akan mengetahui tujuan hidup kita akan kemana. Dan dengan demikian, kapanpun Allah memanggil untuk kembali, kita bisa kembali kepada Allah penuh ketenangan.

Amin, amin. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Pos terkait