Ramadan: Masa untuk Menahan Diri dari Distraksi
Ramadan bukan hanya bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen penting untuk belajar mengendalikan diri dari berbagai bentuk distraksi yang tidak bermanfaat. Di era digital saat ini, banyak orang terjebak dalam lingkaran informasi yang terus-menerus memengaruhi pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.
Gen Z dan Pengaruh Teknologi
Generasi Z hidup di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Mulai dari notifikasi, algoritma, hingga media sosial, semuanya turut memengaruhi fokus dan cara berpikir masyarakat. Hal ini membuat mereka sering kali lebih mudah teralihkan dari hal-hal penting, seperti membaca Alquran atau melakukan ibadah dengan benar.
Menurut Izzatul Laila, Runner Up Duta Pelajar Putri PW IPPNU Jawa Timur, kebiasaan seseorang saat bangun tidur biasanya adalah melihat notifikasi, bukan memulai hari dengan ketaatan kepada Allah SWT. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh teknologi terhadap kehidupan sehari-hari.
Tiga Bentuk Distraksi yang Perlu Diwaspadai
Izzatul menyampaikan tiga bentuk distraksi utama yang sering dialami masyarakat modern:
-
Media Sosial
Meskipun dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin kesembilan disebutkan bahwa kita harus menjadi individu inovatif melalui teknologi, kita tetap perlu membedakan antara informasi yang bermanfaat dan yang tidak. Kita harus mampu mengkritisi informasi agar bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. -
Overthinking
Banyak orang terjebak dalam overthinking karena caruk-maruknya informasi yang beredar. Namun, kita jangan sampai merasa harus seperti orang lain. Setiap orang memiliki potensi dan kemampuan sendiri, sehingga kita perlu memiliki pola pikir bahwa kita bisa sukses dengan versi terbaik diri sendiri. -
Validasi
Validasi merujuk pada keinginan untuk diberi pengakuan oleh orang lain. Hal ini tidak selalu buruk, tetapi jika berlebihan, bisa menjadi masalah. Ada dua aspek yang berkaitan dengan validasi, yaitu personal branding dan narsisme.
Personal Branding vs. Narsisme
Personal branding adalah upaya untuk menampilkan nilai-nilai edukatif atau kebaikan melalui media sosial. Kita hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.
Sementara itu, narsisme adalah ketika seseorang lebih menyombongkan pencapaian tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain. Izzatul menegaskan bahwa kita jangan hanya ingin bersinar, tetapi juga mampu menerangi sekitar kita, seperti lilin yang menyala dan memberi cahaya.
Cara Memberikan Kontribusi Bermakna di Bulan Ramadan
Izzatul mengajak semua orang untuk memberikan kontribusi nyata selama Ramadan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
-
Hentikan Scrolling Tanpa Tujuan
Dalam 24 jam, ada banyak hal produktif yang bisa dilakukan. Jangan biarkan waktu kita terbuang percuma hanya untuk scrolling tanpa tujuan. -
Jangan Mencari Validasi dari Manusia
Sebaliknya, mari mencari validasi dan pengakuan dari Allah SWT. Dengan demikian, kita akan lebih fokus pada kebenaran dan kebaikan. -
Jadilah Lebih Disiplin
Jangan sampai kita patuh pada notifikasi, tetapi tidak patuh pada perintah Ilahi. Mari kita bergerak bersama, berproses bersama, menuju masa depan yang lebih cerah.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kita dapat memanfaatkan Ramadan sebagai momen untuk berubah dan menjadi lebih baik.





