Kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 11: Drama tragedi, komedi, dan tragedi komedi

Aa1uydua
Aa1uydua

Mengenal Jenis-Jenis Drama dan Unsur-unsur dalam Pertunjukan

Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyampaikan cerita melalui dialog, gerak, serta petunjuk pementasan yang disusun secara sistematis. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 11, siswa diajarkan tentang berbagai jenis drama, seperti tragedi, komedi, atau tragedi komedi. Selain itu, materi juga membahas keberagaman Indonesia melalui pertunjukan drama.

Pada buku Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 149 Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk membandingkan dua pertunjukan drama dengan menjawab beberapa pertanyaan. Materi dan latihan tersebut terdapat dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia karya Heny Marwati dan K. Waskitaningtyas terbitan Kemdikbudristek (2021). Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 halaman 149 disediakan sebagai referensi belajar.

Kegiatan 1: Saksikan dan Bandingkan Dua Pertunjukan Drama

Untuk mengukur pemahaman siswa tentang kedua pertunjukan drama tersebut, mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan. Berikut adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut:

  1. Klasifikasi Jenis Drama

    Pentas drama “Cinta Itu” termasuk ke dalam jenis komedi karena terselip ucapan-ucapan yang menggelitik. Sedangkan pentas drama “Wabah” termasuk ke dalam jenis tragedi komedi karena terselip ucapan dan tingkah laku yang menggelitik terkait hidup pemeran.

  2. Penyajian Drama Realis dan Simbolik

    Pentas drama “Cinta Itu” menyajikan drama realis, yang mengisahkan dua cerita sekaligus yang membagi dua panggung. Yaitu kisah seorang perempuan curhat kepada temannya terkait percintaannya dengan seorang laki-laki. Dan kisah pasangan suami istri yang mencintai tanaman hias dan membicarakan tentang cinta mereka.

    Sementara itu, pentas drama “Wabah” menyajikan drama simbolik, yang mengisahkan wabah virus Covid-19 melalui kisah pewayangan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

  3. Tata Panggung dan Properti

    Pentas drama “Cinta Itu” menampilkan tata panggung yang mendukung cerita, dengan properti yang sebetulnya hanya sebagai pelengkap kegiatan mereka dalam berbincang.

    Pentas drama “Wabah” menampilkan tata panggung yang mendukung cerita, dengan properti yang mendukung kegiatan dan dialog mereka selama pertunjukan drama.

  4. Pencahayaan atau Lighting Effect

    Pentas drama “Cinta Itu” menggunakan pencahayaan yang sangat baik dan mendukung jalannya dua cerita dalam satu panggung, dengan menyalakan dan mematikan serta memfokuskan pada pemeran drama.

    Pentas drama “Wabah” menggunakan pencahayaan kuning yang fokus pada keempat pemeran dengan sangat baik.

  5. Unsur Musik dan Sound Effect

    Pentas drama “Cinta Itu” menggunakan unsur musik yang ceria dan menunjukkan kesan cinta yang bergelora sesuai dengan tema drama.

    Pentas drama “Wabah” menggunakan unsur musik yang ringan dan keras serta bersemangat yang menunjukkan rasa peduli terhadap pandemi serta memberi semangat kepada korban.

  6. Kostum dan Tata Wajah

    Pentas drama “Cinta Itu” menerapkan kostum dan tata wajah yang sederhana tapi sangat mendukung setiap peran pemain drama dengan latar tempat di rumah yang terkesan santai.

    Pentas drama “Wabah” menerapkan kostum khas pewayangan dan tata wajah yang tebal memenuhi wajah layaknya pewayangan untuk memberi kesan simbolik.

  7. Perbandingan Keseluruhan Pertunjukan

    Pada pentas drama “Cinta Itu”, tokoh ada empat orang yaitu sepasang suami istri bernama Aristo dan Halimah serta duo karib yaitu Arnani dan Selenah. Dialog antartokoh cukup banyak berkaitan dengan cinta, serta keterangan lakuan dibuat sebagai kegiatan mendukung kenapa mereka memulai pembicaraan terkait cinta. Panggung dan properti cukup mendukung cerita, dan begitu pula dengan musik, tata lampu, serta kostum.

    Pada pentas drama “Wabah”, tokoh ada empat orang yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Dialog antartokoh cukup banyak yang berkaitan dengan cara mereka mengatasi dampak wabah virus Covid-19, serta keterangan lakuan sebagai gestur yang mendukung dialog pemeran. Panggung dan properti sangat mendukung cerita karena menjadi bagian kegiatan masing-masing pemeran. Musik yang disajikan merupakan gabungan tradisional dan modern khususnya tabuhan drum yang terkadang menyertakan dialog pemeran untuk menekankan makna ucapan. Kemudian, tata lampu cukup mendukung dengan fokus pada keempat pemeran. Kostum dan tata wajah para pemeran juga sangat mendukung yang erat kaitannya dengan tokoh pewayangan.

*) Disclaimer:

Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar siswa. Jika soal berupa pertanyaan terbuka artinya jawaban tidak terpaku seperti di atas.

Pos terkait