Kunci Jawaban Kimia Kelas 11 SMA/MA Bab 2 Ikatan Kimia
Berikut ini adalah kunci jawaban mata pelajaran Kimia untuk kelas 11 SMA/MA, bab 2 tentang Ikatan Kimia. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan ISBN 978-602-427-922-6, ditulis oleh Munasprianto Ramli, Nanda Saridewi, Tiktik Mustika Budhi, dan Aang Suhendar. Kunci jawaban ini dapat digunakan sebagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak selama belajar. Namun, penting untuk memastikan siswa mengerjakan soal-soal di buku secara mandiri terlebih dahulu dengan cermat dan saksama.
Ayo Cek Pemahaman
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
- Diketahui atom 19X dan 8Y. Maka atom X dan Y akan membentuk senyawa yang ….
- A. berikatan ion dengan rumus kimia XY
- B. berikatan ion dengan rumus kimia X2Y
- C. berikatan ion dengan rumus kimia XY2
- D. berikatan kovalen dengan rumus kimia X2Y
- E. berikatan kovalen dengan rumus kimia XY2
Jawaban: B. berikatan ion dengan rumus kimia X2Y.
Penjelasan:
Konfigurasi elektron atom 19X = 2 8 8 1
Konfigurasi elektron atom 8Y = 2 6
Atom X merupakan logam karena cenderung melepas elektron membentuk kation agar stabil.
Atom Y merupakan nonlogam karena cenderung menangkap elektron membentuk anion agar stabil.
Jadi, ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion dengan rumus X2Y.
- Di bawah ini merupakan sifat-sifat senyawa ion, kecuali ….
- A. bersifat keras dan rapuh
- B. mudah larut dalam air
- C. memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
- D. padatannya dapat menghantarkan arus listrik
- E. larutannya dapat menghantarkan arus listrik
Jawaban: D. padatannya dapat menghantarkan arus listrik
Penjelasan:
Padatan senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus listrik karena anionnya terikat kuat dengan kationnya. Jadi, yang tidak termasuk sifat senyawa ion adalah padatannya dapat menghantarkan arus listrik.
-
Diketahui senyawa-senyawa berikut.
(1) HCl
(2) MgBr2
(3) Cl2
(4) CCl4
(5) H2O
Senyawa yang jenis gaya antarmolekulnya termasuk ke dalam dipol-dipol permanen adalah …. -
A. (1) dan (2)
- B. (1) dan (3)
- C. (1) dan (5)
- D. (2) dan (4)
- E. (4) dan (5)
Jawaban: C. (1) dan (5)
Penjelasan:
(1) HCl = molekul polar
(2) MgBr2 = senyawa ion
(3) Cl2 = molekul nonpolar
(4) CCl4 = molekul nonpolar
(5) H2O = molekul polar
Senyawa yang jenis gaya antarmolekulnya termasuk ke dalam dipol-dipol permanen adalah gaya antarmolekul polar dan polar, yaitu senyawa HCl dan H2O.
- XeF4 memiliki bentuk molekul dan hibridisasi ….
- A. oktahedral dan sp3d2
- B. segi empat datar dan sp3d2
- C. linear dan sp3d
- D. tetrahedral dan sp3
- E. bengkok dan sp3
Jawaban: B. segi empat datar dan sp3d2
Penjelasan:
Elektron valensi Xe = 8 elektron
Elektron dari 4 atom F = 4 elektron
Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 12 elektron
Jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat = 6 pasang
Jumlah pasangan elektron bebas = 2 pasang
Enam pasang elektron di sekitar atom pusat menghasilkan geometri pasangan elektron oktahedral.
Namun, dua pasang elektron bebas pada atom pusat menyebabkan tolak-menolak sejauh mungkin antara pasangan elektron bebas dengan pasangan elektron ikatan. Hal ini menyebabkan geometri molekul XeF4 menjadi segi empat datar.
Hibridisasi XeF4 adalah sp3d2 (terdapat enam orbital hibrida, dua orbital dipakai untuk pasangan elektron bebas, empat orbital dipakai untuk pasangan elektron ikatan).
-
Di antara molekul berikut,
(1) PF5
(2) BeCl2
(3) SO2
(4) CCl4
(5) NH3
yang merupakan molekul polar adalah …. -
A. (1) dan (2)
- B. (1) dan (3)
- C. (1) dan (5)
- D. (2) dan (4)
- E. (3) dan (5)
Jawaban: B. (1) dan (3)
Penjelasan:
(1) PF5 = molekul nonpolar
(2) BeCl2 = senyawa ion
(3) SO2 = molekul polar
(4) CCl4 = molekul nonpolar
(5) NH3 = molekul polar
Jadi, yang merupakan molekul polar adalah SO2 dan NH3.
Jawablah Pertanyaan di Bawah Ini dengan Tepat!
- Emas merupakan salah satu unsur logam mulia. Sifat mulia ini karena unsur emas bersifat stabil (tidak mudah bereaksi). Karena nilai komersial dan kilapnya yang menarik maka emas banyak digunakan sebagai perhiasan. Kadar emas di dalam perhiasan umumnya disebut dengan karat, seperti emas 24 karat, 23 karat, 22 karat, dan seterusnya. Berkurangnya nilai karat ini menandakan bertambahnya jumlah unsur logam lain selain emas yang ditambahkan untuk membuat campuran perhiasan emas tersebut. Semakin kecil nilai karatnya biasanya akan menghasilkan perhiasan dengan bentuk yang lebih variatif dibandingkan emas 24 karat. Mengapa demikian?
Jawaban:
Karat emas berkurang dikarenakan adanya penambahan logam lain pada campuran logam emas tersebut. Biasanya toko emas menambahkan logam lain sehingga kadar emasnya tidak 100 persen. Emas 22 karat terdiri atas 91,6 persen logam emas (Au) dan 8,3 persen logam perak (Ag). Penambahan logam lain ini mengakibatkan kerapatan atom-atom penyusun logam menjadi berkurang karena perbedaan jari-jari atom dari dua unsur yang berbeda. Hal ini memberikan keuntungan karena emas menjadi mudah dibentuk sehingga emas 22 karat memiliki bentuk perhiasan yang lebih bervariasi dibandingkan emas 24 karat.
- Gas hidrogen merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Negara Jepang telah lama mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen untuk mengurangi emisi gas berbahaya kendaraan bermotor. Jika menggunakan hidrogen maka emisinya berupa H2O, bukan CO2 dan CO yang dihasilkan dari bahan bakar hidrokarbon. Namun, gas hidrogen merupakan gas yang sangat reaktif dan mudah meledak sehingga lebih aman disimpan dalam wujud cair pada stasiun pengisian bahan bakar. Bagaimanakah gaya antarmolekul yang terjadi pada hidrogen sehingga dapat berwujud cair?
Jawaban:
Molekul hidrogen merupakan molekul nonpolar. Gaya van der Waals yang dapat terjadi antara molekul nonpolar dengan molekul nonpolar adalah gaya dipol sesaat atau gaya London. Akibat adanya gaya dipol sesaat ini maka hidrogen dapat berubah menjadi fase cair. Namun, karena hanya sesaat dan bersifat lemah maka hidrogen cair dapat segera berubah menjadi hidrogen fase gas pada ruang terbuka.
- Atom sulfur dapat berikatan kovalen dengan atom F dan memenuhi kaidah oktet untuk membentuk molekul SF2. Lebih lanjut, atom sulfur juga dapat membentuk molekul SF4 dan SF6 yang stabil meskipun tidak memenuhi kaidah oktet. Meskipun memiliki atom pusat dan atom terikat yang sama, molekul SF2 bersifat polar, sementara molekul SF6 bersifat nonpolar. Mengapa ini dapat terjadi?
Jawaban:
SF2 memiliki geometri pasangan elektron tetrahedral. Namun, adanya pasangan elektron bebas menyebabkan bentuk molekulnya menjadi bengkok. Akibatnya, SF2 memiliki momen dipol yang tidak nol sehingga bersifat polar. Sementara, SF6 memiliki geometri pasangan ikatan oktahedral. Karena tidak ada pasangan elektron bebas maka semua pasangan elektron tersebut dipakai untuk berikatan sehingga bentuk molekulnya tetap oktahedral. Semua ikatannya saling meniadakan sehingga momen dipolnya sama dengan nol. Hal inilah yang menyebabkan SF6 bersifat nonpolar.





