Kondisi Kuningan Saat Ramadan 1447 H. yang Menyedihkan
Di tengah bulan suci Ramadan 1447 H., yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Kabupaten Kuningan justru dihebohkan oleh tindakan-tindakan tidak terkendali yang meresahkan masyarakat. Tidak hanya balap liar yang marak dilakukan, beberapa kelompok remaja juga terlibat dalam tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Hal ini memicu kekhawatiran dari masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban umum.
Untuk mengatasi situasi tersebut, jajaran Polres Kuningan melakukan patroli malam skala besar di sejumlah titik rawan. Dalam waktu 10 hari pertama puasa, petugas berhasil mengamankan 17 unit kendaraan bermotor dan dua bilah senjata tajam jenis pedang dari tangan para remaja. Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terhadap aksi-aksi yang mengganggu ketenangan dan keselamatan warga.
“Kami telah mengamankan 16 unit sepeda motor dan 1 unit mobil yang diduga kuat akan digunakan untuk ajang balap liar. Serta 2 bilah pedang. Penindakan tersebut sebagai respons atas keluhan masyarakat,” ujar Kapolres Kuningan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M. Ali Akbar.
Operasi patroli malam melibatkan personel gabungan dari Satlantas, Satreskrim hingga Satsabhara serta dibantu oleh Polsek. Sasaran utamanya adalah mengatasi aksi balap liar, penggunaan knalpot brong, serta mencegah potensi tawuran yang sering terjadi di malam hari hingga menjelang sahur. Titik fokus penindakan terkonsentrasi di kawasan Jalan Lingkar Timur atau Jalan KH Enyang Hasan Maolani, yang selama ini sering menjadi arena berkumpulnya para pemuda untuk melakukan aksi adu kecepatan.
Seluruh kendaraan yang terjaring diamankan sampai proses persidangan selesai sebagai bentuk efek jera bagi para pelaku balap liar. Di samping masalah lalu lintas, kepolisian juga berhasil menggagalkan potensi bentrokan fisik antar remaja di wilayah Kecamatan Kadugede. Sedikitnya, petugas mengamankan tiga orang remaja yang kedapatan membawa dua bilah senjata tajam laras panjang menyerupai pedang.
Pembawa sajam tersebut masih berstatus sebagai pelajar sehingga hal itu menjadi perhatian khusus dari dunia pendidikan baik yang berada di naungan Provinsi Jabar maupun Kabupaten Kuningan. Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif dengan melibatkan pihak orang tua serta sekolah untuk menentukan langkah pembinaan atau proses hukum lebih lanjut.
Langkah-langkah Peningkatan Keamanan
Patroli rutin akan terus digencarkan hingga menjelang malam Lebaran Idul Fitri mendatang. Sasaran operasi tidak terbatas pada balap liar dan tawuran, namun juga mencakup antisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta pencurian dengan pemberatan (curat).
Sementara itu, Kapolres Kuningan mengimbau para orangtua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama setelah waktu Salat Tarawih. Ia menegaskan bahwa jangan biarkan mereka bekeliaran karena langkah pengawasan dari lingkungan keluarga sangat penting agar situasi kamtibmas di Kuningan tetap aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadan 1447 H.
Peran Masyarakat dalam Memastikan Keamanan
Masyarakat juga diharapkan turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada para pemuda tentang konsekuensi dari tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, kerja sama antara aparat keamanan, orang tua, dan institusi pendidikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan damai bagi seluruh masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan kejadian-kejadian seperti balap liar dan tawuran dapat diminimalisir, sehingga Ramadan 1447 H. bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk ibadah dan kebersamaan.





