Kunjungan Mal Diprediksi Naik 10–15% Jelang Ramadan dan Lebaran 2026

Aa1wehrq
Aa1wehrq

Prediksi Peningkatan Kunjungan ke Mal Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan bahwa tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal akan meningkat sekitar 10% hingga 15% selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Prediksi ini diungkapkan oleh Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, yang menilai momentum ini menjadi peluang penting bagi industri retail untuk meningkatkan kinerja di tengah pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya optimal.

Momen Ramadan dan Lebaran merupakan musim puncak atau peak season bagi industri ritel nasional. Dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang belum maksimal, semua kesempatan penjualan, terutama selama Ramadan dan Idul Fitri, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja setinggi-tingginya. Hal ini disampaikan oleh Alphonzus dalam wawancara dengan .co.id, Kamis (19/2).

Kuartal Pertama Menjadi Faktor Penting

Ia menambahkan bahwa triwulan pertama 2026 menjadi periode krusial karena akan menjadi pembuka yang menentukan arah kinerja industri ritel sepanjang tahun. Beberapa faktor musiman seperti perayaan tahun baru, kenaikan upah minimum, Imlek, pemberian bonus, Ramadan, tunjangan hari raya (THR), hingga Idulfitri diperkirakan menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat.

Untuk menarik pengunjung, pusat perbelanjaan bersama para peritel akan menggelar berbagai acara dan program promosi. Acara tersebut mencakup pertunjukan seni, hiburan, serta dekorasi tematik Ramadan dan Lebaran. Menurut Alphonzus, pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi rekreasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana perayaan bersama keluarga.

“Pusat perbelanjaan akan menghadirkan berbagai event, atraksi, dan promo menarik. Pengunjung dapat berbelanja sekaligus menikmati suasana Ramadan dan Idul Fitri yang meriah,” ujarnya.

Perubahan Pola Belanja Selama Ramadan

Alphonzus menjelaskan bahwa hampir seluruh kategori produk diperkirakan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Namun, terdapat pergeseran pola belanja menjelang Idul Fitri yang lebih banyak didominasi oleh produk makanan dan minuman serta hiburan.

Selain itu, berbagai program stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, dan bantuan sosial diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah. Dengan adanya insentif-insentif tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih aktif melakukan aktivitas belanja selama masa liburan.

Strategi Pusat Perbelanjaan dalam Menghadapi Musim Ramadhan

Untuk memastikan kesuksesan selama Ramadan dan Idulfitri, pusat perbelanjaan akan terus memperkuat strategi mereka melalui berbagai inisiatif. Di antaranya adalah:

  • Penyediaan berbagai acara dan aktivitas yang menarik, termasuk pertunjukan seni dan hiburan.
  • Pembuatan dekorasi yang sesuai dengan tema Ramadan dan Lebaran agar memberikan suasana yang meriah.
  • Penerapan promo-promo menarik untuk meningkatkan minat belanja masyarakat.
  • Kolaborasi dengan para pemilik toko dan peritel untuk menyediakan berbagai produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pusat perbelanjaan mampu menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan penjualan selama periode ini. Tidak hanya sebagai tempat belanja, pusat perbelanjaan juga akan menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan merayakan momen spesial bersama keluarga.

Pos terkait