Rencana Angkutan Lebaran 2026: Mudik Gratis dari Lembar ke Surabaya
Pemerintah terus mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran 2026. Salah satu program yang akan dijalankan adalah mudik gratis melalui rute Lembar – Surabaya. Total penumpang yang akan menggunakan layanan ini mencapai 450 orang, dengan periode pelaksanaan mulai tanggal 11 Maret hingga 5 April 2026.
Untuk menghindari kepadatan jelang pemberangkatan, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyarankan dukungan penuh dari Pemprov NTB. Ia menekankan pentingnya kesiapan layanan angkutan umum dan feeder menuju titik pemberangkatan agar tidak terjadi kemacetan atau antrean yang berlebihan.
NTB termasuk salah satu provinsi yang menjadi tujuan utama dalam Program Mudik Gratis via Jalur Laut pada Lebaran 2026. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peran strategis dalam mobilitas masyarakat selama masa liburan.
Menhub Dudy menyampaikan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini. Beberapa hal tersebut antara lain:
- Peningkatan keselamatan: Kepatuhan terhadap standar keselamatan transportasi menjadi prioritas utama.
- Dukungan kebijakan: Kebijakan yang tepat dari berbagai pihak terkait harus sejalan dengan rencana angkutan.
- Penguatan pengaturan lalu lintas: Pengaturan lalu lintas yang baik diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas.
- Sinergi antar pemangku kepentingan: Kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Pemprov NTB, TNI, POLRI, serta masyarakat sangat penting untuk menciptakan kondisi angkutan yang aman dan lancar.
Selain itu, Menhub juga menyoroti pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat angkutan penyeberangan, kesiapan pelabuhan, dan pengaturan lalu lintas. Sebagai provinsi kepulauan, mobilitas masyarakat di NTB sangat bergantung pada angkutan penyeberangan dan transportasi udara, yang diperkuat oleh jalan nasional.
NTB juga merupakan salah satu provinsi dengan destinasi pariwisata unggulan nasional. Oleh karena itu, pada periode tertentu, termasuk Hari Libur Lebaran, diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan tidak hanya untuk aktivitas mudik, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata.
Survei Angkutan Lebaran Nasional memperkirakan bahwa jumlah pergerakan masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026 mencapai 146 juta orang. Dari prediksi tersebut, Provinsi NTB sebagai provinsi asal pemudik tercatat sebesar 1,58 juta orang, sedangkan sebagai provinsi tujuan diprediksi sebesar 1,22 juta orang.
Pelabuhan penyeberangan di NTB diperkirakan akan menjadi salah satu simpul tersibuk, khususnya Pelabuhan Lembar. Pelabuhan ini termasuk ke dalam 3 terbesar pelabuhan penyeberangan tersibuk dengan total sekitar 1,1 juta penumpang yang diprediksi akan menggunakan pelabuhan ini pada masa Angkutan Lebaran.
Menhub Dudy menegaskan bahwa selain aspek kesiapan operasional dan keselamatan penyeberangan, perlu diantisipasi juga potensi kepadatan dari dan menuju wilayah Pelabuhan Penyeberangan Lembar dengan menerapkan manajemen lalu lintas yang baik, pengaturan arus keluar masuk kendaraan, termasuk pada ketersediaan kantong-kantong parkir di sekitar wilayah pelabuhan.
Ia juga mendorong agar koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, dan POLRI diperkuat agar keselamatan dan kelancaran angkutan Lebaran terjamin. Tak lupa, Menhub menekankan pentingnya kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik.
“Aspek keselamatan pelayaran juga harus selalu menjadi prioritas. Pemeriksaan kelaiklautan kapal, pemantauan cuaca, kesiapan armada dan dermaga, serta pengawasan kapasitas muatan wajib selalu dilakukan,” tegas Dudy.





