Laba Bersih PT Matahari Department Store Tbk. Menurun 12,4% pada Tahun Berjalan 2025
Laba bersih PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mengalami penurunan sebesar 12,4% selama tahun berjalan 2025. Penurunan ini terjadi sejalan dengan penyusutan pendapatan bersih yang mencerminkan kondisi pasar dan perubahan dalam strategi bisnis perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2025, LPPF berhasil meraih pendapatan bersih senilai Rp5,78 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp6,39 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan di semua pos penjualan.
Pendapatan dari segmen eceran mengalami penurunan signifikan, turun dari Rp3,65 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi Rp3,3 triliun pada akhir Desember 2025. Selain itu, pendapatan dari penjualan konsinyasi juga mengalami penurunan, dari Rp2,7 triliun pada 2024 menjadi Rp2,4 triliun pada 2025. Pendapatan jasa juga mengalami penurunan, turun dari Rp10,37 miliar pada 2024 menjadi Rp6,7 miliar pada 2025.
Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi sumber utama pendapatan LPPF dengan kontribusi sebesar Rp3,35 triliun. Wilayah Sumatera memberikan kontribusi sebesar Rp1,09 triliun, sedangkan kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku menyumbang Rp1,03 triliun. Sementara itu, wilayah lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp300,62 miliar.
Dengan turunnya pendapatan bersih tersebut, laba bersih LPPF juga mengalami penurunan sebesar 12,4% secara tahunan menjadi Rp725,4 miliar, dibandingkan dengan Rp827,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sebagai hasilnya, laba bersih per saham setara dengan Rp315,38 per akhir 2025.
Meskipun pendapatan bersih menurun, beban pokok pendapatan perseroan berhasil ditekan menjadi Rp1,97 triliun pada 2025, turun dari Rp2,13 triliun pada 2024. Namun, laba kotor tetap mengalami penurunan, turun dari Rp4,26 triliun menjadi Rp3,81 triliun. Beban usaha juga menyusut menjadi Rp2,78 triliun dari Rp2,97 triliun.
Di sisi lain, pos keuntungan lainnya melonjak tajam menjadi Rp103,37 miliar dari hanya Rp20,03 miliar. Meski demikian, laba operasi tetap mengalami penurunan tipis, turun dari Rp1,27 triliun menjadi Rp1,12 triliun.
Dari sisi neraca, total aset LPPF tercatat sebesar Rp5,13 triliun per akhir Desember 2025, turun sedikit dari Rp5,14 triliun pada akhir 2024. Liabilitas meningkat menjadi Rp4,86 triliun, naik dari Rp4,81 triliun. Ekuitas juga mengalami penurunan, turun menjadi Rp272,9 miliar dari Rp325,78 miliar pada akhir tahun sebelumnya.





