JAKARTA – Perusahaan produsen jamu, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangannya, SIDO berhasil mencatat penjualan sebesar Rp4,07 triliun pada tahun 2025. Angka ini meningkat sebesar 4,10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp3,91 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga meningkat menjadi Rp1,23 triliun pada tahun 2025. Laba bersih ini naik sebesar 4,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp1,17 triliun.
Selain itu, laba per saham dasar SIDO juga mengalami kenaikan dari Rp39,03 pada tahun 2024 menjadi Rp41,36 per saham pada tahun 2025.
Manajemen SIDO menyatakan bahwa hasil kinerja keuangan tahun buku 2025 mencerminkan pertumbuhan yang resilien, eksekusi yang disiplin, serta efisiensi modal yang berkelanjutan dalam situasi ekonomi yang masih dalam fase normalisasi.
Pertumbuhan pendapatan sebesar 4% pada tahun 2025 didukung oleh permintaan domestik yang tetap stabil dan pertumbuhan ekspor sebesar 31%. SIDO mencatat tingkat margin bruto yang tetap bertahan di level 58%.
“Laba usaha meningkat 5% menjadi Rp1,54 triliun, sementara laba bersih naik 5% menjadi Rp1,23 triliun, dengan margin usaha 38% dan margin bersih 30%,” ujar manajemen SIDO dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data internal SIDO, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) mencapai 39% dan tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) sebesar 33%. Angka ini dianggap sebagai indikasi efisiensi modal yang tinggi.
“SIDO tetap mempertahankan posisi keuangan tanpa utang.”
Kas dan setara kas tercatat sebesar Rp463 miliar pada akhir tahun 2025. Penurunan dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh keputusan alokasi modal yang strategis.
Selama tahun 2025, SIDO membagikan dividen sebesar Rp1,28 triliun dan melaksanakan buyback saham sebesar Rp300 miliar. Langkah-langkah tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai intrinsik jangka panjang SIDO.
Memasuki tahun 2026, produsen Tolak Angin ini optimistis untuk terus memperkuat pangsa pasar melalui inovasi produk yang relevan dan efisiensi rantai pasok.
“Fokus utama tetap pada pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, peningkatan jangkauan distribusi digital, serta perluasan pasar ekspor untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemegang saham,” pungkasnya.
Faktor Pendukung Pertumbuhan SIDO
- Permintaan Domestik Stabil: Permintaan pasar dalam negeri tetap stabil, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan SIDO.
- Ekspor Berkembang Pesat: Pertumbuhan ekspor sebesar 31% menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.
- Efisiensi Modal: SIDO mampu menjaga efisiensi modal yang tinggi, terlihat dari ROE dan ROA yang mencapai angka yang signifikan.
- Posisi Keuangan Kuat: SIDO tidak memiliki utang, sehingga posisi keuangan perusahaan tetap stabil dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
- Inovasi Produk: Perusahaan aktif melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing.
Strategi untuk Tahun 2026
- Perluasan Pasar Ekspor: SIDO akan fokus pada ekspansi pasar di luar negeri untuk menambah pangsa pasar.
- Peningkatan Distribusi Digital: Peningkatan jangkauan distribusi melalui platform digital menjadi prioritas untuk meningkatkan penjualan.
- Pengembangan Produk: Terus mengembangkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
- Pemeliharaan Kualitas: Menjaga kualitas produk agar tetap memenuhi standar yang tinggi dan memperkuat citra merek.
- Investasi Berkelanjutan: Melakukan investasi yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.





