Laba Grup Salim Melonjak, Saham SIMP dan LSIP Jadi Perhatian Investor

10062024 Bi Fny 25 Ihsg 3 1718016879
10062024 Bi Fny 25 Ihsg 3 1718016879

Kinerja Positif Emiten Minyak Kelapa Sawit Grup Salim pada 2025

Kinerja emiten minyak kelapa sawit milik Grup Salim mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan terlihat pada pendapatan, laba bersih, serta produksi yang didorong oleh harga komoditas yang lebih tinggi dan efisiensi operasional. Dua perusahaan utama yang menjadi tulang punggung kinerja tersebut adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Perusahaan agribisnis ini berhasil mencatat peningkatan kinerja di tengah dinamika sektor perkebunan global. Faktor-faktor seperti kondisi cuaca, permintaan pasar, dan stabilitas operasional menjadi penentu utama pertumbuhan sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Kinerja SIMP dan LSIP Tumbuh Konsisten

PT Salim Ivomas Pratama Tbk mencatatkan penjualan sebesar Rp21,06 triliun pada 2025, meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan juga tumbuh 33 persen menjadi Rp2,07 triliun, yang mencerminkan peningkatan margin dan efisiensi perusahaan.

Direktur Utama Salim Ivomas Pratama, Paulus Moleonoto, menyampaikan bahwa perusahaan mampu mempertahankan kinerja positif meskipun menghadapi tantangan global. “Pada FY2025, Grup SIMP mencatat kinerja yang positif meskipun menghadapi berbagai tantangan agribisnis yang terus berlanjut, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan ketidakpastian global,” ujarnya dalam laporan keuangan perusahaan.

Sementara itu, London Sumatra Indonesia membukukan laba sebesar Rp1,88 triliun, meningkat 27,81 persen secara tahunan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp5,51 triliun, yang didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit.

Presiden Direktur London Sumatra Indonesia, Tan Agustinus Dermawan, menegaskan bahwa perusahaan menjaga stabilitas operasional sebagai strategi utama. “Fokus Lonsum, di antaranya, tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas, serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” kata Tan Agustinus Dermawan dalam laporan resmi perusahaan.

Prospek Saham Didukung Fundamental dan Harga Komoditas

Kinerja positif ini memperkuat fundamental emiten agribisnis yang terafiliasi dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, bagian dari kelompok usaha yang dikendalikan oleh pengusaha Anthoni Salim. Stabilitas produksi dan efisiensi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, kenaikan harga minyak sawit mentah global turut meningkatkan pendapatan dan margin perusahaan. Kondisi ini memperkuat daya tarik saham sektor perkebunan di mata investor.

Perusahaan menegaskan akan tetap fokus pada efisiensi, produktivitas, dan praktik agrikultur berkelanjutan untuk menjaga kinerja ke depan. Strategi ini diharapkan mendukung stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar komoditas global.

Penutupan Tahun Buku 2025

Penutupan tahun buku 2025 menunjukkan bahwa emiten CPO Grup Salim berada dalam posisi keuangan yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba dan penjualan menjadi indikator penting dalam menjaga daya saing sektor agribisnis nasional.


Pos terkait