Keluhan Lansia Terhadap Pengalihan Dana PKH di Flores Timur
Sejumlah lansia di Desa Liwo dan Menanga, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan hilangnya dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya mereka terima. Hal ini terjadi sejak pemberian buku rekening BRI pada bulan September 2025 hingga saat ini.
Veronika Bunga Kapitan, seorang lansia berusia 78 tahun, menyampaikan bahwa dirinya bersama beberapa warga lainnya di kampungnya tidak lagi menerima dana PKH setelah mendapatkan buku rekening tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelum pemberian buku rekening, dana PKH selalu cair lancar. Namun, setelah menerima buku rekening, dana tersebut tidak pernah masuk ke dalam rekening mereka.
“Setiap bulan kami diarahkan untuk mengecek rekening. Kami yang renta ini pun pergi ke Kantor BRI Menanga naik ojek, bayar ojek pergi dan pulang dengan hasil tak ada satu sen pun dari nilai dana PKH untuk kami lansia yang masuk,” ujar Veronika sambil menunjukkan raut wajah sedih.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini membuatnya merasa bosan dan akhirnya tidak lagi melakukan pengecekan rekening. Bahkan, Veronika bersama beberapa lansia lainnya seperti Thomas Terong Kebaku Puken, Agata Prada Werang, Kataria Kidi Koten, dan Bernadete Sabu Koten, berencana untuk mengembalikan buku rekening PKH kepada Pemerintah Desa Liwo.
Masalah Serupa Dalam Wilayah Lain
Tidak hanya di Desa Liwo, keluhan serupa juga datang dari seorang lansia asal Dusun Leworotok, Desa Menanga, bernama Kewa Boli Niron. Ia mengaku tidak lagi menerima aliran dana PKH pasca pembagian kartu ATM. Meskipun rutin melakukan pengecekan pada setiap penyaluran, tidak ada angka uang sesuai besaran dana PKH yang tertera dalam saldo ATM.
“Kalau memang nama kami sudah tidak terakomodir sebagai penerima manfaat PKH, kenapa kepada saya dibagikan (kartu) ATM untuk program PKH?” keluhnya lirih.
Penyebab Potensi Hilangnya Dana PKH
Beberapa kemungkinan penyebab hilangnya dana PKH antara lain:
- Kesalahan administrasi: Terdapat potensi kesalahan dalam pengelolaan data penerima bansos, sehingga nama lansia tidak terdaftar secara benar.
- Masalah teknis: Ada kemungkinan terjadi gangguan sistem atau proses transfer dana yang tidak berjalan dengan baik.
- Ketidaktahuan atau kurangnya sosialisasi: Beberapa lansia mungkin belum memahami cara menggunakan buku rekening atau kartu ATM yang diberikan.
Langkah yang Diambil oleh Warga
Warga setempat mulai mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Mengembalikan buku rekening: Beberapa lansia memutuskan untuk mengembalikan buku rekening yang diberikan kepada pemerintah desa.
- Menghubungi pihak terkait: Mereka berusaha menghubungi pihak BRI atau dinas terkait untuk memastikan apakah dana PKH telah tersalurkan dengan benar.
- Mengajukan pengaduan resmi: Beberapa lansia berencana untuk melaporkan masalah ini ke pihak berwajib agar bisa ditindaklanjuti.
Perlu Evaluasi dan Solusi Jangka Panjang
Masalah ini menunjukkan pentingnya evaluasi lebih lanjut terhadap mekanisme penyaluran dana PKH, terutama bagi kalangan lansia yang mungkin kurang memahami proses administratif. Diperlukan tindakan cepat dan transparan untuk memastikan hak warga terpenuhi tanpa adanya kesalahan yang berulang.





