Lansia Sruweng Mati Tergelincir, Anak ODGJ Bungkam

Lansia 80 Tahun Pengasuh Anak Odgj 2 2
Lansia 80 Tahun Pengasuh Anak Odgj 2 2

Penemuan Jenazah Wasiyun di Dapur Rumahnya

Wasiyun (70) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dapur rumahnya di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, pada Senin (2/3/2026) siang. Kejadian ini menimbulkan kecurigaan dan rasa prihatin dari warga sekitar. Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan bau menyengat yang tercium dari luar rumah.

Awal Penemuan Jenazah

Awal penemuan jenazah berawal dari kecurigaan warga terhadap bau tidak sedap yang berasal dari arah rumah Wasiyun. Perlahan, warga mulai memperhatikan hal tersebut dan akhirnya bersama perangkat desa setempat melakukan pemeriksaan ke dalam rumah. Saat dicek, mereka menemukan bahwa Wasiyun sudah dalam kondisi meninggal dan mengalami pembusukan.

Kondisi Rumah dan Lingkungan

Selama ini, Wasiyun tinggal sendirian di rumah tersebut bersama anak perempuannya yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ). Anak perempuan tersebut hanya diam di dalam rumah tanpa mengetahui atau melaporkan kematian ayahnya. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan dalam pengawasan terhadap korban, terutama karena tinggal bersama seseorang yang mungkin tidak bisa memberikan perawatan yang cukup.

Temuan Obat dan Alat

Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan obat jenis Amosterra serta alat pembuat rokok lintingan tepat di samping tubuh Wasiyun yang tergeletak kaku di dapur rumah. Obat-obatan ini kemungkinan merupakan bagian dari pengobatan yang dilakukan oleh korban untuk mengatasi penyakit yang dialaminya.

Keterangan Saksi

Berdasarkan keterangan saksi, warga terakhir kali melihat Wasiyun saat membeli es teh di warung sekitar rumahnya pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Saat itu, korban disebut memang sudah dalam kondisi sakit-sakitan, meski tidak diketahui secara pasti penyakit kronis apa yang dideritanya. Ini menunjukkan bahwa korban mungkin telah mengalami sakit yang tidak segera mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Pemeriksaan Medis dan Hasil

Setelah jenazah ditemukan, petugas Polsek Sruweng bersama tim Inafis dan PMI Kebumen langsung mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi, serta mendata para saksi. Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum akhirnya ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik luka jeratan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul.

Persetujuan Keluarga

Kepolisian juga telah menerima surat pernyataan resmi dari pihak keluarga yang menolak dilakukan proses autopsi. Setelah pemeriksaan luar selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana apa pun dalam peristiwa duka tersebut.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi peringatan tentang pentingnya pengawasan terhadap lansia, terutama yang tinggal sendirian atau bersama anggota keluarga yang memiliki gangguan kesehatan mental. Diperlukan kesadaran dan komitmen dari masyarakat serta pihak berwenang untuk memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.

Pos terkait