Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Satu Orang dan Melukai Dua Lainnya
Pada hari Minggu (1/3) sore, terjadi ledakan petasan di RT 02 RW 02 Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.
Tim Gegana dari Kepolisian Daerah Jawa Timur segera menangani kejadian ini. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sterilisasi lokasi pada Senin. Personel dengan pakaian lengkap menyisir setiap sudut rumah korban untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya. Pemeriksaan dilakukan mulai dari titik pusat ledakan hingga bagian belakang rumah.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim Dian Vicky Sandhi menjelaskan bahwa dari hasil investigasi sementara ditemukan unsur bahan peledak racikan. “Investigasi sementara yang kami temukan ada unsur belerang dan potas atau booster kelengkeng. Jadi yang dibuat di sini dipastikan jenis low explosive atau black powder,” ujar Dian.
Dari kondisi lokasi dan sisa material, termasuk kedalaman kawah sekitar lima sentimeter, berat bahan peledak diperkirakan mencapai lima kilogram. Petugas juga mengamankan selongsong petasan serta sisa booster dari lokasi kejadian.
Terkait penyebab ledakan, Dian menyebut diduga akibat percikan api. Namun sumber pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. “Kalau penyebabnya ada percikan api, tetapi dari mana asalnya masih kami selidiki sambil menunggu hasil Labfor,” katanya.
Dia menambahkan bahan racikan tersebut relatif mudah diperoleh sehingga rawan disalahgunakan. Selama Ramadan, Gegana Polda Jatim mencatat sudah menangani satu kasus serupa di Situbondo dengan dua korban meninggal dunia. Sepanjang 2025, tercatat 23 kasus ledakan petasan ditangani di berbagai wilayah Jawa Timur.
Polisi mengimbau masyarakat tidak membuat atau merakit petasan karena berisiko tinggi menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Korban dan Penanganan Medis
Sebelumnya, korban meninggal dunia dari insiden itu adalah seorang remaja berinisial RKP (16). Dia mengalami luka parah akibat ledakan terjadi. Adapun dua korban selamat masing-masing berinisial AF (20) yang mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan kini dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Korban HA (23) menderita luka bakar sekitar 16 persen dan juga mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama. Proses penanganan medis terus dilakukan oleh tim medis setempat guna memastikan kondisi korban stabil dan dapat pulih secara maksimal.
Pengamanan dan Upaya Pencegahan
Tim Gegana terus bekerja keras dalam upaya pencegahan ledakan petasan yang bisa membahayakan masyarakat. Selain melakukan sterilisasi lokasi, mereka juga memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya merakit atau menggunakan petasan. Dengan adanya pengawasan ketat dan sosialisasi yang intensif, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terulang.
Selain itu, polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan ancaman dari bahan-bahan peledak yang mudah diperoleh. Dengan kesadaran bersama, diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat bisa terjaga dengan baik.





