Ledakan Petasan Saat Berbuka Puasa di Ponorogo: Seorang Remaja Tewas, Atap Rumah Hancur

68070fde42ccc Pesta Miras Seorang Remaja Tewas 488 274
68070fde42ccc Pesta Miras Seorang Remaja Tewas 488 274

Ledakan Petasan di Ponorogo Menewaskan Seorang Remaja

Ponorogo – Warga Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan suara ledakan yang terdengar menjelang waktu magrib, Minggu (1/3/2026). Ledakan tersebut diduga berasal dari petasan dan menyebabkan satu remaja meninggal dunia serta dua orang lainnya mengalami luka bakar.

Kejadian berawal dari dalam rumah Minten di RT 02 RW 02 dusun setempat. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menjelaskan bahwa ledakan petasan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka-luka. “Dugaannya ledakan petasan. Ada tiga korban, satu meninggal dan lainnya luka-luka,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sumoroto, Kompol Haryo Subiantoro, mengatakan bahwa kejadian meledaknya petasan rakitan ini terjadi sekira pukul 17.25. Kuatnya ledakan membuat hampir seluruh atap rumah hancur serta dinding rumah retak. “Suara ledakan bersumber dari dalam rumah,” katanya.

Akibat ledakan tersebut, warga sekitar panik dan berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Siswanto, Kamituwo Dusun Pendem, mendengar suara ledakan sangat keras menjelang berbuka puasa. Setelah mendengar ledakan, dirinya langsung menuju lokasi kejadian.

“Ledakannya dahsyat. Saya dengar langsung dan segera ke sini,” katanya.

Rifa Kurnia Putra (16) menjadi korban meninggal dalam kejadian ini. Sementara itu, Ahmad Fatoni (20) warga Desa Morosari dan Hindar Agusta (23) warga Desa Plosojenar mengalami luka bakar. “Yang dua masih hidup, keduanya dibawa ke rumah sakit,” ucap Siswanto.

Faktor Penyebab Ledakan

Beberapa faktor dapat menyebabkan ledakan petasan seperti ini. Salah satunya adalah penggunaan bahan-bahan yang tidak aman atau tidak sesuai standar. Petasan yang dibuat sendiri sering kali menggunakan campuran kimia yang berbahaya dan tidak terkontrol. Selain itu, cara penyimpanan dan penggunaan yang tidak benar juga bisa memicu kecelakaan.

Di beberapa daerah, penggunaan petasan di bulan Ramadan atau saat perayaan tertentu sering kali menjadi masalah. Banyak masyarakat yang tidak menyadari risiko yang tersembunyi di balik kesenangan sementara ini. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari penggunaan petasan yang tidak aman.

Tindakan yang Dilakukan oleh Pihak Berwenang

Setelah kejadian ini, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP. Mereka mencari tahu apakah ada indikasi kejahatan atau kesalahan teknis dalam pembuatan petasan. Selain itu, polisi juga sedang memeriksa saksi-saksi dan korban untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang kejadian tersebut.

Selain itu, pihak berwenang juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menggunakan alat-alat yang berpotensi membahayakan. Mereka juga meminta agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh godaan untuk menggunakan petasan yang tidak jelas asalnya.

Kesimpulan

Kecelakaan ledakan petasan di Ponorogo menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya penggunaan alat-alat yang tidak aman. Dalam situasi seperti ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan sangat diperlukan. Selain itu, pemerintah dan aparat keamanan juga harus terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti petasan.


Pos terkait