Peristiwa Tragis di Ponorogo Akibat Ledakan Petasan
Di tengah keharuan dan kesedihan yang menyelimuti warga Dusun Cuwet, RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terjadi sebuah peristiwa tragis yang menggemparkan. Pada hari Minggu (1/3/2026), sebuah ledakan petasan terjadi di rumah Minten, yang berakibat pada kematian seorang korban dan satu orang luka-luka.
Kehadiran Korban yang Tak Lagi Bernyawa
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa Minten, ibu dari korban Reva, tidak pernah melepaskan pelukannya terhadap anaknya. Meskipun Reva sudah tidak bernyawa lagi, Minten tetap memeluknya dengan penuh rasa sedih dan kehilangan.
Tangisan Minten semakin histeris saat pihak polisi melakukan visum awal terhadap jenazah Reva. Setelah proses visum selesai, jenazah Reva dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo untuk diproses lebih lanjut.
Saksi mata, Siswanto, mengungkapkan bahwa ketika ia tiba di lokasi kejadian, belum ada petugas kepolisian yang tiba. Ia melihat Minten terus memeluk anaknya yang telah meninggal.
“Waktu saya sampai lokasi belum ada polisi, ibunya terus memeluk sang anak itu. Ya dari tadi seperti itu,” ujar Siswanto.
Menurut pengakuannya, saat tiba di lokasi, ada dua korban yang tergeletak. Kedua korban tersebut adalah Reva (16 tahun), yang merupakan anak pemilik rumah, dan Toni, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
“Saat di sini dua-duanya masih hidup. Yang Reva dipeluk ibunya. Yang satunya Toni saya bawa ke rumah sakit bantarangin pakai sepeda motor saya,” tambahnya.
Penjelasan dari Pihak Berwenang
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan adanya kejadian yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka. Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada ledakan petasan sebagai penyebab kejadian tersebut.
“Dugaannya memang ledakan petasan. Ada dua korban. Satu meninggal dunia dan satu lain luka-luka. Sebentar ya saya masih olah TKP,” ujarnya.
Rasa Sedih dan Trauma yang Mendalam
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma emosional bagi keluarga dan warga sekitar. Minten, yang tak bisa melepaskan pelukannya terhadap Reva, menjadi simbol kesedihan yang mendalam. Bagi masyarakat setempat, kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya penggunaan petasan yang tidak aman.
Banyak warga mengungkapkan kekecewaan terhadap penggunaan petasan yang terlalu bebas, terutama selama perayaan atau acara tertentu. Mereka berharap pihak berwenang dapat lebih ketat dalam mengawasi penjualan dan penggunaan petasan agar kejadian serupa tidak terulang.





