Ledakan Petasan Menewaskan Seorang Siswa SMP di Ponorogo
Ledakan petasan yang terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menyebabkan dua korban. Salah satu dari mereka meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka berat dan harus segera dibawa ke rumah sakit.
Ledakan tersebut terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Bahkan, warga tetangga mengaku mendengar suara ledakan yang begitu keras hingga jendela rumah mereka bergetar. Padahal, jarak antara rumah mereka dengan tempat kejadian perkara (TKP) cukup jauh.
Pengakuan Warga Sekitar
Dwiyono, seorang warga Desa/Kecamatan Sukorejo, mengungkapkan bahwa ledakan tersebut terdengar sampai ke rumahnya. Ia menjelaskan bahwa jarak antara TKP dengan rumahnya sekitar 3 kilometer jika ditarik garis lurus.
“Terdengar sampai rumah saya, mbak,” ujarnya pada Minggu malam. “Jendela rumah saya saja sampai bergetar. Padahal rumah saya cukup jauh, lo, sekitar 3 kilometer.”
Siswanto, Kepala Dusun Pendem, Desa Carat, juga mendengar ledakan tersebut. Ia mengatakan bahwa jarak antara lokasi kejadian dengan rumahnya sekitar 500 meter hingga 1 kilometer. Oleh karena itu, ia langsung pergi ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung.
“Ternyata ada dua korban bergelimpangan,” katanya. Kedua korban tersebut adalah Reva (16), anak pemilik rumah, dan Toni, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo.
Penanganan Korban
Reva masih dalam keadaan hidup ketika ditemukan oleh Siswanto. Ia dipeluk oleh ibunya. Sedangkan Toni, yang mengalami luka berat, dibawa ke Rumah Sakit Bantarangin menggunakan sepeda motor milik Siswanto.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa dugaan sementara adalah ledakan petasan. Dalam kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.
Lokasi dan Waktu Kejadian
Ledakan petasan terjadi di rumah Minten, Dusun Cuwet, RT 02 RW 02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jatim, pada sore hari menjelang magrib, Minggu (1/3/2026).
Menurut laporan, salah satu korban adalah seorang pelajar SMP yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya mengalami luka berat dan harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantarangin, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Tindakan Lanjutan
Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. Mereka juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan keluarga korban.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, khususnya mengenai penggunaan petasan yang bisa sangat berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati.





