Peran Zakat dalam Kehidupan Sosial dan Agama
Menurut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., untuk maju kita harus meninggalkan zakat. Namun, bagaimana dengan perintah zakat dalam Islam yang merupakan kewajiban dan rukun Islam yang ketiga?
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadan.” Zakat memiliki banyak kebaikan dalam kehidupan sosial dan agama.
Dalam kasus lain, orang-orang yang menjaga diri dari perampokan dan pencurian atas harta yang mereka miliki. Namun, dalam pengadilan, mereka dinyatakan bersalah melanggar hukum. Ini bukan penegak hukum, tetapi perusak hukum. Yang salah mereka benarkan, yang benar mereka salahkan. Jangan membuat lubang ke neraka buat diri dan keluarga wahai penegak hukum.
Rasulullah menyebutkan bahwa membela harta itu jihad, dan syahid jika ia mati karena membela hartanya. Dalam hadis An Nasa’i no. 4086 dan Ahmad 5: 294, beliau bersabda: “Bertarunglah demi hartamu sampai kau tercatat syahid di akhirat atau berhasil mempertahankan hartamu.”
Seharusnya, sebuah aturan dibuat untuk menjaga hak-hak setiap jiwa manusia yang ada dalam sebuah negara, sehingga dengan aturan tersebut masyarakat menjadi tertib, aman, damai dan sejahtera.
Hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto
Dalam kasus lain, kita melihat presiden kita tercinta Prabowo Subianto membuat kerja sama dengan Amerika, sampai pada membuat perjanjian menghilangkan sertifikat halal untuk setiap makanan di Negeri ini. Al-Qur’an mewasiatkan agar jangan menjadikan orang kafir itu sebagai teman, pemimpin atau orang kepercayaan. Dalam QS. Ali Imran: 28, Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir.”
Selain itu, dalam QS. Al-Baqarah: 120, Allah berfirman: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Bencana Banjir Bandang di Aceh
Bagaimana dengan Aceh hari ini? Aceh hari ini hancur lebur dan berantakan, apakah ada kaitannya dengan pemimpin dan pejabat yang tidak berilmu dan tidak takut pada Tuhan?
Aceh diterjang banjir bandang yang sangat dahsyat, tanggal 26 November 2025. Aceh hari ini hancur lebur dan berantakan. Rakyat Aceh, kehilangan rumah, kehilangan harta benda, kehilangan mata pencaharian, kehilangan jiwa dan mengalami trauma yang mendalam pada anak, remaja, orang dewasa sampai orang tua.
Sudah 3 bulan pasca banjir bandang, korban banjir bandang, masih tinggal dalam lumpur. Sebagiannya hidup dalam kelaparan, hidup dalam tenda, hidup dalam kondisi sangat terbatas, hidup diantara lumpur, batu dan kayu, karena rumah mereka belum bersih, masih tertimbun lumpur, batu dan kayu yang dibawa oleh banjir bandang, bahkan sebagian besar rumah sudah tenggelam dalam lumpur setinggi atap seperti di Menasah Baroe Pijay, Menasah Raya.
Sedangkan di Aceh Tamiang, dibluka Tubai Aceh Aceh Utara, Langkahan, kampung-kampung bersih, rumah-rumah sudak tidak ada lagi sudah dibawa hanyut oleh air ke laut atau ke sunngai. Hilang semua harta benda.
Kritik terhadap Pemimpin dan Pejabat
Bagaimana mereka melanjutkan hidup, apapun sudah tidak ada lagi. Alat masak dan peralatan makan saja sampai hari ini 3 bulan lebih pasca banjir bandang, sebagian besar belum ada atau belum lengkap, sehingga mereka harus menumpang ditempat orang. Sangat menyedihkan, terlebih dalam bulan Ramadhan yang sedang kita jalani saat ini. Mereka melaksanakan ibadah puasa diantara lumpur batu dan kayu banjir bandang. Sebuah pemandangan yang sangat menyedihkan.
Bukankah telah nyata kerusakan di atas bumi karena ulah manusia, sebagaimana wasi’at Al-Qur’an “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia”. (QS. Ar Rum: 41). Kenapa semua ini bisa terjadi? Jawabnya adalah, Karena negeri ini diurus oleh pejabat-pejabat yang tidak takut pada Tuhan, dan tidak berilmu.
Tanggung Jawab Pemimpin
“Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu (Arab Badui) bertanya, “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi saw menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Al-Bukhari)
Bukti Kehancuran Akibat Pejabat Tidak Berilmu Dan Tidak Takut Sama Tuhan
22 desa hilang disapu banjir bandang Aceh-Sumatra 26 November 2025, mengutip perkataan bapak Mendagri dimedia sosial. 16 Kabupaten dan Kota di Aceh terkenak banjir bandang; Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan di Provinsi Aceh, mengutip berita di acehprov.go.id.
20.759 Jiwa Mengungsi, 1. 140 meninggal mengutip berita kompas. Data korban yang meninggal ini kemungkinan besar akan terus bertambah mengingat masih banyak desa yang terkenak banjir bandang, masih dipenuhi lumpur, batu dan kayu-kayu, yang kemungkinan besar masih banyak mayat-mayat yang tertimbun di bawah lumpur kayu banjir bandang tersebut.
Sampai hari ini, tanggal 28 Februari 2026, 3 bulan lebih pasca banjir bandang Aceh, 15 kali saya mengantar bantuan ke pidie jaya, Aceh Utara, Takengon, dan gayo luwes, saya melihat masih banyak korban banjir bandang yang belum mendapatkan tempat tinggal yang layak, masih tinggal ditenda-tenda, bahkan ada dari mereka yang kelaparan karena bantuan terbatas. Mereka hanya mendapat bantuan 2 bambu beras seminggu untuk setiap kepala keluarga. Sementara sumber mata pencarian mereka hilang.
Yang tidak mendapat tenda mereka tinggal ditenda terpal biru yang mereka buat sendiri, ada yang masih menumpang di rumah orang, rumah saudara, gubuk-gubuk karena rumahnya rusak dan hilang dibawa ke sungai, ke jurang atau ke laut oleh banjir bandang.
Dimana hati nurani pejabat di negeri ini? Membiarkan korban banjir bandang, sudah 3 bulan masih tinggal di atas lumpur yang tinggi, diantara kayu dan batu. Bekerjalah yang benar wahai pemimpin dan pejabat di negeri ini. Ingat, kalian akan Allah periksa untuk amanah yang engkau pegang hari ini, jangan sampai mempersulit diri di dalam kubur nanti.
Kepercayaan pada Allah
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban. Maka seorang penguasa atas manusia, ia adalah pemimpin bagi mereka dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban. Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Ahmad, No. 4266)
Dalam Hadits lain Rasulullah mengingatkan; “Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga.” [HR. al-Tirmidzi, al-Nasai dan al-Hakim].
3 bulan lebih pasca banjir bandang Aceh, korban banjir bandang belum ada beras yang cukup. Saya dapati, korban banjir bandang hanya mendapat beras 2 liter seminggu untuk satu KK, bisa kita bayangkan dalam kondisi bulan Ramadhan mereka melaksanakan ibadah puasa, betapa sedihnya jika dalam keluarga tersebut anggotanya banyak. Bertambah sedih lagi jika kita dengar penghasilan tidak ada, bagaimana mereka mencukupi biaya hidup, mata pencaharian hilang. Lebih-lebih sedih lagi, mereka mengalami trauma yang mendalam dan putus asa dengan masa depan, ini nampak dari tatapan mata kosong memandang ke depan.
Sudah 3 bulan pasca banjir bandang, lumpur batu dan kayu masih memenuhi kampung-kampung dan menghimpit rumah penduduk, begitu kita lihat. Kemana pemerintah? Kemana orang-orang yang mengaku wakil rakyat? Sudah 3 bulan pasca banjir bandang, kenapa rakyat masih tinggal dalam lumpur, dalam tumpukan batu dan kayu? Sungguh amanah itu sudah hilang.
Inilah gambaran negeri yang dipimpin oleh orang tak berilmu dan tak takut sama Tuhan, begitu kata Al-Qur’an, hancur berantakan. Ini nyata kita lihat sa’at ini di negeri tercinta ini. Aceh hari ini, menjadi saksi dan bukti sejarah, tentang hancurnya negeri yang dipimpin oleh pejabat tidak berilmu, pejabat yang tidak takut pada Tuhan, akibatnya hancur berantakan.
Sudah 3 bulan lebih pasca banjir bandang, belum ada satu sisipun dari kehidupan korban banjir terlihat lebih baik, pulih atau normal. Kepada siapa kita berharap? Hanya kepada Allah wahai saudaraku.
3 bulan sudah kita berharap, hadir pemerintah sepenuh hati untuk membantu para korban banjang agar pulih kembali, yang kita dapati hanya kecewa dan hilang harapan. Bisa kita bayangkan Aceh dimasa depan?
Ada dua kemungkinan; pertama, kecewa dan hancur berantakan jika terus mengharap bantuan pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pusat. Mengapa saya katakan demikian? Karena kita melihat bersama sudah 3 bulan pasca banjir bandang, tidak terdapat perubahan yang signifikan menjadi lebih baik, pada kondisi korban banjir bandang, bahkan semakin memburuk baik secara fasilitas, ekonomi dan kejiwaan pengungsi. Mereka lelah dengan keterbatasan dan ketidak berdayaan menghadapi dampak banjir bandang yang dangat menyakitkan, hilang harapan untuk masa depan.
Kedua; bangkit wahai rakyat Aceh, didada kalian ada jiwa pahlawan, ada jiwa pejuang. Menangislah pada Tuhan, Mintalah pertolongan pada Tuhan (Allah) disetiap sujud panjangmu di sepertiga malam, di setiap waktu shalatmu. Agar urusanmu yang berat, dijadi ringan oleh Tuhan. Agar Allah bukakan jalan keluar terbaik bagi setia masalahmu dam masalah kita semua.
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya“. [Ath-Thalaq/65 : 3]
Dalam ayat lainnya Allah sebutkan; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar“. [Ath-Thalaq/65 : 2)
Jaga pendidikan anak meski dalam kondisi terbatas, jaga mesjid dengan shalat jama’ah, karena sebagian besar korban banjir itu, Allah selamatkan di lantai 2 mesjid, begitu kata korban banjir bandang. Jadikan shalat dan sabar sebagai penolong. Jangan datang ke Mesjid hanya waktu mengambil bantuan, habis itu hilang, mesjid kosong pada waktu shalat berjama’ah.
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45).
Lakukan apa yang bisa, jangan malas, jangan banyak berharap, bangun ukhuwah, atas dasar ukhuwah dan saling peduli bangun ekonomi. Berdayakan potensi yang ada, jangan berhutang, jangan menunggu, lakukan sesuatu agar kita bisa bertahan hidup. InsyaAllah dengan demikian, Aceh akan mendulang kembali kejayaan bersama Islam.
Wallahu’alam
Moga bermanfaat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kasih sayang.
Penulis
adalah Dosen Pendidikan Agama Dan Relawan Banjir Bandang Aceh.
KUPI BEUNGOH
adalah rubrik opini pembaca . Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.





