Link live streaming gerhana bulan total 3 Maret 2026, puncak pukul 18.13

1675071679 1
1675071679 1

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Waktu, Fase, dan Cara Menyaksikannya

Gerhana bulan total akan terjadi pada hari Selasa, 3 Maret 2026, dan bisa disaksikan di Jakarta serta sekitarnya. Fenomena alam ini menjadi momen menarik bagi masyarakat yang ingin melihat perubahan dramatis dari bulan yang sepenuhnya masuk ke dalam bayangan bumi.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memastikan bahwa gerhana bulan total dapat dilihat dengan mata telanjang selama cuaca cerah. Bagi masyarakat yang tidak bisa menyaksikan secara langsung, BMKG menyediakan layanan pemantauan secara daring. Dengan adanya layanan ini, masyarakat tetap bisa mengikuti proses gerhana mulai dari fase awal hingga akhir, termasuk fase puncak atau totalitas.

Waktu Puncak Gerhana di Jakarta

Fase totalitas gerhana bulan total akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. Berikut rincian waktu setiap fase gerhana bulan total 3 Maret 2026 (WIB):

  • Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.42.44 WIB
  • Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.49.46 WIB
  • Gerhana Total Mulai (U2): 18.03.56 WIB
  • Puncak Gerhana: 18.33.39 WIB
  • Gerhana Total Berakhir (U3): 19.03.23 WIB
  • Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17.33 WIB
  • Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.24.35 WIB

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, gerhana mulai teramati di Indonesia bagian barat sejak pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada 18.33.39 WIB.

Bulan Akan Tampak Merah Saat Fase Puncak

Pada fase puncak, bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. Warna merah yang muncul, dikenal sebagai blood moon, terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan oleh permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak kemerahan.

Berbeda dengan gerhana matahari, cara melihat gerhana bulan total dapat disaksikan secara langsung tanpa kacamata khusus. Cahaya yang terlihat hanyalah pantulan sinar Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berisiko merusak mata.

Di Jakarta dan Indonesia bagian barat, Bulan diperkirakan terbit ketika gerhana telah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak. Artinya, masyarakat berpeluang langsung menyaksikan fase Bulan merah sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur, jika kondisi cuaca cerah.

Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Selain melalui streaming BMKG, warga juga dapat menyaksikan langsung di Planetarium Jakarta. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia pengamatan menyampaikan tidak ada pendaftaran untuk pengamatan umum. Namun, pertunjukan planetarium mini dibatasi untuk 100 pendaftar pertama dengan pendaftaran dibuka pukul 14.30 WIB.

Diskusi bersama ahli astronomi dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB. Acara ini menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk belajar lebih lanjut tentang fenomena alam yang langka ini.


Pos terkait