Prestasi Menggembirakan dari Siswa SMA Negeri 1 Kupang
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi SMA Negeri 1 Kupang, Joy Bertha Magderia Kiuk. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang English Speech Competition pada Bali Nusra Education Fair 2026 yang digelar di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (27/2/2026). Piala dan hadiah diserahkan Margaretha Iin Wahyuningrum selaku GM Business Pos Kupang di hadapan para peserta dan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam kompetisi tersebut, Joy Bertha Magderia Kiuk bersaing dengan 30 peserta lainnya dari berbagai SMA di Kota Kupang. Persaingan berlangsung ketat dengan kualitas pidato yang dinilai merata dan penuh percaya diri. Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Joy Bertha Magderia Kiuk. Pasalnya, pada kompetisi serupa tahun 2025 lalu, Joy Bertha Magderia Kiuk hanya mampu meraih Juara Harapan I. Tahun ini, Joy Bertha Magderia Kiuk kembali dipercaya mewakili sekolah dan sukses naik podium tertinggi.
“Jujur sangat tidak expect, apalagi tahun lalu dapatnya juara empat. Mungkin karena tahun ini juga ada perlawanan lumayan berat, jadi expect-nya tetap mempertahankan posisi juara empat, atau tidak juara tiga. Tidak expect tahun ini akan naik ke juara satu,” ungkap Joy Bertha Magderia Kiuk usai menerima penghargaan.
Joy Bertha Magderia Kiuk mengaku persiapannya terbilang singkat. Informasi lomba yang diterima secara mendadak membuatnya hanya memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri. “Sebenarnya persiapannya cukup mendadak, karena dari sekolah juga beri tahu lombanya cukup mendadak. Jadi persiapannya cuma beberapa hari. Waktu itu cuma tiga hari, langsung buat pidato dan langsung hafal. Tapi ya persiapannya tetap maksimal,” jelas Joy Bertha Magderia Kiuk.
Meski dengan waktu terbatas, Joy Bertha Magderia Kiuk mampu tampil percaya diri dan memukau dewan juri lewat penguasaan materi serta pelafalan Bahasa Inggris yang fasih. Joy Bertha Magderia Kiuk pun menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan.
“Kesannya sangat baik. Semoga ke depannya Pos Kupang bisa terus mempertahankan lomba-lomba seperti ini. Apalagi pendaftarannya gratis, jadi cukup membuka peluang bagi teman-teman dari sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi mereka di perlombaan seperti ini,” tutur Joy Bertha Magderia Kiuk.
Sementara itu, posisi Juara 2 diraih Evelyn Veronica Laak dari Sekolah Dian Harapan Kupang, dan Juara 3 diraih Reyno Damalado, juga dari Sekolah Dian Harapan Kupang. Atas prestasinya tersebut, Joy Bertha Magderia Kiuk berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2.000.000 serta piala. Sementara itu, Juara 2 yang diraih Evelyn Veronica Laak dari Sekolah Dian Harapan Kupang memperoleh hadiah Rp 1.500.000 dan piala. Adapun Juara 3, Reyno Damalado dari sekolah yang sama, mendapatkan hadiah Rp 1.000.000 serta piala.
Lomba Cerdas Cermat Memunculkan Tim Hebat
Pada hari yang sama juga dilakukan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA/K. Tiga sekolah yang maju ke babak final adalah SMA Negeri 1 Kupang, SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, dan SMA Negeri 7 Kupang. Wakil dari ketiga sekolah tersebut saling beradu pengetahuan demi meraih gelar juara.
Laga final dipandu host Annie Toda. Sementara jalannya perlombaan dinilai dua juri yakni Alfons Nedabang dan Apolonia Matilde Dhiu. Sorakan dan yel-yel pendukung dari ketiga sekolah membuat suasana semakin membara. Ketegangan semakin terasa saat memasuki sesi rebutan, terlebih ketika SMAN 1 Kupang secara cepat dan tepat menjawab dua pertanyaan berturut-turut, mengubah peta persaingan secara drastis.
Pada sesi soal wajib, SMA Negeri 1 Kupang meraih 60 poin, SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang unggul dengan 80 poin, sedangkan SMA Negeri 7 Kupang mengoleksi 60 poin. Memasuki sesi lemparan strategis, persaingan semakin sengit. SMA Negeri 1 Kupang berhasil mengumpulkan 135 poin, SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang memimpin sementara dengan 150 poin, dan SMA Negeri 7 Kupang meraih 115 poin. Namun, sesi rebutan menjadi penentu. Di babak ini, SMA Negeri 1 Kupang tampil impresif dan menutup perlombaan dengan total 205 poin. SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang harus puas di posisi kedua dengan 180 poin, sementara SMA Negeri 7 Kupang mengakhiri lomba dengan 105 poin.
Dengan hasil tersebut, SMA Negeri 1 Kupang resmi keluar sebagai juara pertama Lomba Cerdas Cermat Bali Nusra Education Fair 2026.
Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang
Salah satu peserta dari SMAN 1 Kupang, Maria Magdalena D. The Firstin Geli, yang tampil bersama Albriliani Nicola Tahun dan Lalu Muhammad Fahrey Alcaisary, mengungkapkan rasa syukur dan harunya usai pengumuman pemenang. “Kami bertiga tentunya sangat senang dan juga lega. Jujur tadi di atas kami merasa sangat deg-degan dan takut. Mungkin kalau terlihat di kamera, kami bertiga sangat over ekspresi karena itu benar-benar momen yang sangat menegangkan bagi kami. Apalagi di ronde pertama nilai kami juga sudah rendah,” ungkapnya.
Ia mengakui timnya sempat tertinggal di awal, namun berhasil bangkit di ronde berikutnya. “Ketika kami berhasil comeback di ronde kedua dan ketiga, kami merasa sangat lega dan juga senang.” Ujar Maria. Terkait strategi, ia menegaskan kunci utama adalah belajar dan konsistensi.
“Strategi khusus pastinya belajar. Kami juga berusaha menjawab semua pertanyaan, baik itu lemparan maupun pertanyaan wajib yang diberikan kepada kami, supaya kelompok lain tidak mendapatkan poin dari soal lemparan,” ujarnya. Ia juga mengakui ada soal yang belum mampu mereka jawab maksimal, terutama terkait OVOP (One Village One Product) yang merupakan program unggulan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johny Asadoma.
“Sebenarnya saya sempat membaca tentang One Village One Product, tapi tidak terlalu mendalami. Jadi kami kurang mengetahui singkatan dan tujuan program tersebut karena fokus ke hal-hal lain yang justru tidak keluar,” katanya. Menurutnya, lomba ini sangat menarik karena mengangkat tema Nusa Tenggara Timur. “Banyak anak muda sekarang belum mengerti atau belum paham tentang daerah mereka sendiri. Dengan adanya lomba seperti ini, mereka bisa belajar untuk mengetahui dan memahami daerahnya sendiri.”
Perasaan Kecewa dan Evaluasi
Prestasi membanggakan diraih tim dari SMA St. Arnoldus Janssen Kupang yang berhasil meraih juara dua. Tim SMA St. Arnoldus Janssen Kupang diperkuat tiga siswa kelas 10, yakni Mario Lero, Januario Bere, dan Januaria Abineno. Mario Lero, mewakili timnya, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Mungkin perasaan saya setelah menjadi juara dua adalah sangat senang, karena kami sudah berusaha dengan baik dan memberikan semuanya yang telah kami pelajari secara optimal untuk mempersiapkan lomba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persiapan tim terbilang sangat singkat. Kemudian mereka mulai belajar intensif sejak Minggu hingga Selasa, tepat sehari sebelum lomba dimulai. “Waktunya hanya sekitar empat hari. Tapi kami berusaha memaksimalkan waktu yang ada,” katanya. Menurut Mario, materi yang dilombakan tergolong baru dan cukup sulit karena sebelumnya hanya sebatas informasi umum yang tidak dipelajari secara mendalam.
“Materi-materi ini sebelumnya hanya menjadi informasi umum. Namun untuk lomba ini, kami harus mempelajarinya lebih detail agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik,” jelasnya. Ia juga menilai program Bali Nusra Education Fair sangat positif dan berdampak baik bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur. “Kalau dijalankan dengan efektif, program ini sangat membangun NTT dan menciptakan NTT yang lebih maju, sesuai slogannya ‘Ayo Bangun NTT’,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan lomba, Mario menilai kegiatan tersebut sudah sangat baik dan berkualitas. Atmosfer kompetisi yang digelar di pusat perbelanjaan memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Meski demikian, ia berharap ke depan panitia dapat lebih memperhatikan efisiensi waktu agar kegiatan berjalan lebih tepat waktu sehingga peserta dan guru pendamping tidak merasa jenuh.
Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang
Tim SMAN 7 Kupang yang meraih juara tiga diperkuat tiga siswi kelas 11, yakni Ni Luh Made Sari, Freya Liviana Ndaok, dan Noverinda Claudia Ndoen. Ketiganya tampil percaya diri hingga babak final meski harus bersaing ketat dengan sekolah lain. Freya Liviana Ndaok, mewakili tim, mengaku sempat merasa sedikit kecewa atas hasil yang diraih karena adanya beberapa kesalahan saat menjawab pertanyaan di atas panggung.
“Setelah meraih juara tiga, jujur kecewa sedikit karena tadi cukup banyak blunder di stage, jadi pengurangan poinnya cukup banyak. Tapi secara keseluruhan tetap senang karena bisa membawa pulang juara tiga,” ujarnya. Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri mengingat tim telah belajar intensif selama kurang lebih satu minggu penuh sebelum lomba digelar.
“Semua sudah kami serahkan dan berusaha maksimal. Ini juga tentu karena rezeki dari Tuhan,” katanya. Freya mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi ke depan, terutama dalam hal kekompakan tim dan pendalaman materi. “Tadi sebenarnya sudah ada pembagian materi, tapi mungkin karena kurang mendalami jadi banyak blunder dan pengurangan poinnya cukup drastis,” jelasnya. Meski demikian, ia menilai lomba cerdas cermat dalam Bali Nusra Education Fair 2026 memberikan manfaat besar bagi para peserta. Salah satunya adalah memperluas wawasan tentang Nusa Tenggara Timur.
Freya juga menilai secara keseluruhan Bali Nusra Education Fair 2026 sangat bermanfaat bagi generasi muda. Selain lomba cerdas cermat, terdapat pula kompetisi English Speech yang dinilai mampu mengasah kemampuan berbahasa Inggris serta kepercayaan diri siswa. “Menurut saya kegiatan ini cukup bermanfaat untuk anak-anak muda sekarang. English Speech mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri, sementara cerdas cermat menambah wawasan, khususnya tentang NTT,” tutupnya.
Penilaian dari Juri
Juri Apolonia Matilde Dhiu menilai final kali ini sangat mendebarkan karena kemampuan para peserta yang luar biasa. “Bagi saya, lomba kali ini sangat mendebarkan karena para siswa mampu menjawab soal-soal yang disiapkan panitia. Pertanyaannya menurut saya cukup sulit untuk tingkat SMA, tetapi mereka mampu menguasai dan menjawab dengan benar. Itu luar biasa,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi dan pengetahuan umum bagi pelajar.
“Anak-anak tidak saja mempelajari akademik di sekolah, tapi perlu juga dibekali pengetahuan umum, termasuk tentang daerah sendiri. Kita boleh tahu tentang dunia dan Indonesia, tapi harus tahu tentang daerah sendiri,” ujar Metilda. Matilde juga mendorong sekolah untuk membiasakan program literasi harian. Menurutnya, membaca bukan hanya buku pelajaran, tapi juga pengetahuan umum melalui media massa atau online.
“Anak-anak sekarang punya gadget, aksesnya lebih mudah. Gunakan itu untuk hal-hal yang bermanfaat,” harapnya. Ia menegaskan, tiga sekolah finalis memang layak berada di posisi tersebut. “Mereka luar biasa dan benar-benar paham pengetahuan umum. Bagi yang belum masuk final, bukan berarti tidak layak, mungkin hanya kurang konsentrasi dalam mendengarkan soal saja,” pungkasnya.
Penutupan Bali Nusra Education Fair 2026
Setelah berlangsung selama empat hari penuh, Bali Nusra Education Fair 2026 resmi ditutup pada Sabtu (28/2) petang di Atrium Lippo Plaza Kupang. Kegiatan yang dimulai sejak Rabu, 25 Februari 2026 ini menghadirkan delapan perguruan tinggi dan diramaikan dengan berbagai agenda, mulai dari pameran pendidikan, presentasi kampus, hingga lomba Cerdas Cermat dan English Speech Competition bagi pelajar SMA/SMK di Kota Kupang.
Penutupan kegiatan dilakukan Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion B.B Putra. Dalam sambutannya, Dion menyampaikan terima kasih kepada para sponsor kegiatan tersebut yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Bank NTT dan Kredione. Juga kepada manajemen Lippo Plaza Kupang yang mendukung penuh kegiatan tersebut.
Selain itu, Dion juga mengucapkan terima kasih kepada delapan rektor perguruan tinggi peserta yang telah memberikan informasi dan edukasi kepada calon mahasiswa dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. “Atas nama manajemen Pos Kupang dan Tribun Network, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan partisipasi seluruh kampus,” katanya.
Apresiasi juga diberikan kepada para kepala sekolah, guru pendamping, serta siswa-siswi yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Pidato Bahasa Inggris. Ia menilai antusiasme peserta tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan perdana tahun sebelumnya. “Tahun ini lebih seru dan lebih ramai. Final lomba tadi berlangsung sangat sengit dan penuh semangat,” ungkapnya.
Dion turut mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba, sekaligus memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tetap semangat dan tidak berkecil hati. Menurut Dion, Bali Nusra Education Fair 2026 tidak hanya digelar di Kupang. Kegiatan serupa akan berlangsung di Maumere pada 3 – 4 Maret 2026, kemudian di Denpasar pada 9 –11 Maret 2026, dan di Mataram pada 9 –11 April 2026.
Hadirkan Program Studi Terbaik
Rektor Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengapresiasi penyelenggaraan Bali Nusra Education Fair 2026 yang digelar Pos Kupang bekerja sama dengan berbagai instansi terkait. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda yang sangat positif karena memberikan ruang edukasi sekaligus promosi bagi perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pertama-tama saya sangat mengapresiasi yang sudah dilaksanakan oleh Pos Kupang bersama beberapa instansi terkait untuk melaksanakan Bali Nusra Education Fair 2026. Ini kegiatan yang sangat positif, mengedukasi dan memberi insight luar biasa, khususnya bagi perguruan tinggi di NTT,” ujarnya. Ia menilai, melalui edufair ini, perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk memperkenalkan program studi unggulan dan berbagai kelebihan kelembagaan kepada para siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Tujuannya jelas, menyerap lulusan-lulusan SMA untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan dan dibuat secara periodik pada tahun-tahun selanjutnya,” katanya. Made menegaskan, kehadiran banyak perguruan tinggi di NTT menunjukkan perkembangan dunia pendidikan tinggi di daerah ini. Setiap kampus memiliki keunggulan masing-masing dan telah berkontribusi bersama pemerintah kota maupun provinsi dalam membangun kecerdasan masyarakat.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal ke mana anak-anak mereka akan melanjutkan studi. Perguruan tinggi di NTT terus berkembang dan bertumbuh,” tambahnya. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri di wilayah Bali Nusra, IAKN Kupang, lanjutnya, pihaknya memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sudah maju dan memiliki dedikasi kuat di NTT.
Ia menyebutkan, Program Studi Pendidikan Agama Kristen dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen di IAKN Kupang telah meraih akreditasi “Baik Sekali”. Secara kelembagaan, IAKN Kupang juga telah terakreditasi sangat baik. “Kami menghadirkan program studi terbaik berbasis keilmuan keagamaan. Namun bukan hanya penguatan akademik, kami juga menyiapkan ruang belajar kolaboratif dan transformatif,” jelasnya.
Menurut Made, kampus IAKN Kupang berkomitmen membentuk mahasiswa tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter, bermental tangguh, serta bertanggung jawab. “Kami yakin ketika anak-anak dididik di IAKN Kupang, mereka akan lahir menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” tegasnya. Ia pun mengajak para siswa SMA yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan untuk tidak ragu memilih IAKN Kupang sebagai tempat menimba ilmu dan mengembangkan potensi diri.
Bali Nusra Education Fair 2026 dinilai menjadi momentum strategis mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan calon mahasiswa, sekaligus memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan pendidikan di NTT.





