Fenomena Gerhana Bulan Total 2026: Panduan Lengkap untuk Menyaksikan di Indonesia
Gerhana Bulan Total pada tahun 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan, terutama karena jatuh pada bulan Ramadan 1447 H. Peristiwa astronomi ini akan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Palangka Raya Kalimantan Tengah dan Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Observatorium Bosscha, lembaga astronomi tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1923 dan kini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), akan menyelenggarakan pengamatan sekaligus siaran langsung (live stream) gerhana bulan total dari kompleks observatorium di Lembang, Jawa Barat. Siaran ini akan dilakukan pada pukul 18.45–20.30 WIB, bertepatan dengan fase totalitas gerhana yang dapat diamati dari Indonesia.
Melalui siaran langsung ini, publik tidak hanya bisa melihat proses gerhana melalui teleskop observatorium, tetapi juga mendapatkan penjelasan dari para astronom mengenai perubahan yang terjadi pada Bulan selama memasuki bayangan Bumi.
Cara Menyaksikan Live Stream Gerhana Bulan Total
Untuk menyaksikan live stream Gerhana Bulan Total dari Observatorium Bosscha, masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buka aplikasi atau situs YouTube.
- Ketik “Bosscha Observatory” pada kolom pencarian atau akses langsung melalui tautan LINK.
- Alternatifnya, buka link singkat LINK melalui peramban.
- Pastikan koneksi internet stabil dan masuk beberapa menit sebelum pukul 18.45 WIB agar tidak melewatkan awal siaran.
Selain itu, pengamat dapat mengakses tautan siaran langsung melalui saluran resmi Observatorium Bosscha di YouTube.
Rangkaian Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berikut adalah rangkaian fase Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada waktu lokal Lembang, Jawa Barat:
- Gerhana Penumbra mulai: 15.44 WIB (belum dapat diamati jelas)
- Gerhana Sebagian mulai: 16.50 WIB (belum optimal diamati)
- Gerhana Total mulai: 18.04 WIB
- Puncak Gerhana: 18.33 WIB
- Gerhana Total berakhir: 19.02 WIB
- Gerhana Sebagian berakhir: 20.17 WIB
- Gerhana Penumbra berakhir: 21.23 WIB
Fase totalitas berlangsung kurang lebih satu jam, menjadi periode paling dinanti karena seluruh permukaan Bulan berada dalam umbra Bumi.
Penjelasan Gerhana Bulan Total Menurut BMKG
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana Bulan terjadi saat cahaya Matahari menuju Bulan terhalang oleh Bumi. Peristiwa ini hanya terjadi ketika fase purnama dan posisinya dapat dihitung jauh hari sebelumnya.
Saat gerhana total berlangsung, Bulan tampak merah karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan. Gelombang cahaya berwarna biru lebih banyak tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan mencapai permukaan Bulan.
BMKG mencatat bahwa sepanjang 2026 terdapat empat peristiwa gerhana:
- Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026 (terlihat di Indonesia)
- Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Sebagian – 28 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
Durasi keseluruhan gerhana 3 Maret 2026 mencapai sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas berlangsung hampir satu jam.
Wilayah yang Dapat Mengamati
Seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total ini, meski waktu awal kemunculan fase terlihat dapat sedikit berbeda tergantung lokasi geografis. Secara global, fenomena ini juga dapat diamati dari Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, Australia, dan sebagian wilayah Amerika bagian timur.
Gerhana ini termasuk dalam siklus Saros 133, melanjutkan rangkaian peristiwa yang terjadi secara periodik setiap sekitar 18 tahun.
Informasi Lengkap tentang Fase Gerhana
Berdasarkan data di atas, gerhana terjadi dalam waktu 3 jam 27 menit. Totalitas tampak gerhana berkisar 16 menit di wilayah paling barat hingga 58 menit di wilayah paling timur. Hanya wilayah Kepulauan Maluku dan Papua yang dapat menyaksikan keseluruhan fase gerhana.
Perbedaan zona waktu di sebuah tempat juga menjadi salah satu penentu fase gerhana bulan dapat terlihat sejak awal hingga akhir. Durasi tampak gerhana tersingkat akan terjadi di provinsi Aceh (1 jam 31 menit).
Selain durasi tampak gerhana, dikenal pula besaran totalitas tampak gerhana sebagai rentang waktu kasatmata kesan menghilangnya Bulan dalam Gerhana Bulan Total. Sebagian besar daerah di Indonesia akan mengalami totalitas tampak maksimum (58 menit). Kecuali daerah-daerah di Pulau Sumatra, Pulau Jawa bagian barat, dan pulau-pulau lain disekelilingnya.
Shalat Gerhana Bulan
Secara fiqih, shalat Gerhana Bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan.
Rincian waktu shalat gerhana berdasarkan zona waktu di Indonesia:
- Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib – 20:17 WIB
- Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib – 21:17 WITA
- Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50 – 22:17 WIT





