Liverpool dapat Untung Besar! Raih Rp 339 Miliar Usai Juara Musim Lalu, Catat Gaji Tertinggi Liga Inggris

Dana Desa 2025 Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat
Dana Desa 2025 Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat

Pendapatan yang Meningkat dan Biaya yang Bertambah untuk Liverpool

Liverpool tercatat kembali meraih keuntungan besar setelah berhasil memenangkan gelar juara Liga Inggris musim lalu. Dengan surplus sebelum pajak sebesar GBP 15,2 juta (sekitar Rp 339.544.350.000), klub ini menunjukkan kemampuan finansial yang kuat. Namun, di sisi lain, The Reds juga menjadi tim dengan tagihan gaji tertinggi di liga utama.

Peningkatan pendapatan media sebesar GBP 60 juta memberikan dorongan signifikan bagi keuangan Liverpool. Hal ini didorong oleh kesuksesan klub dalam mencapai babak 16 besar Liga Champions, dibandingkan dengan perempat final Liga Eropa pada tahun sebelumnya. Perubahan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pendapatan klub.

Jenny Beacham, kepala keuangan Liverpool, menyatakan bahwa klub berkomitmen untuk menjalankan operasi yang berkelanjutan secara finansial. Tujuan utamanya adalah meningkatkan aliran pendapatan serta memastikan kesuksesan di lapangan melalui pengelolaan yang baik di luar lapangan.

Namun, peningkatan pendapatan tidak diimbangi dengan pengeluaran yang stabil. Bonus performa atas keberhasilan tim meraih gelar juara, ditambah perpanjangan kontrak Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, serta peningkatan staf dan biaya administrasi pertandingan, menyebabkan pengeluaran meningkat sebesar GBP 42 juta menjadi GBP 428 juta. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat sejak musim 2016/2017 dan membuat Liverpool melebihi Manchester City, yang biaya karyawannya untuk musim yang sama sebesar GBP 408 juta.

Meskipun angka-angka tersebut berkaitan dengan musim lalu, dengan periode perhitungan hingga 31 Mei, pengeluaran besar Liverpool sebesar GBP 450 juta untuk merekrut bintang seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, serta Hugo Ekitike tidak termasuk dalam data tersebut.

Setelah dua tahun mengalami kerugian sebelum pajak sebesar GBP 9 juta pada 2022/2023 dan GBP 57 juta pada 2023/2024, The Reds kembali meraih keuntungan yang sangat besar. Jenny Beacham menilai bahwa musim 2024/2025 merupakan contoh bagus dalam pengelolaan keuangan klub. Pencapaian ini didukung oleh pendapatan rekor, selain keberhasilan tim putra dalam memenangkan gelar liga ke-20.

Selain peningkatan pendapatan media, pendapatan pertandingan meningkat sebesar GBP 14 juta menjadi GBP 116 juta. Sementara itu, pendapatan komersial naik GBP 15 juta menjadi GBP 323 juta.

Dalam empat tahun terakhir, biaya utilitas telah meningkat sebesar 107 persen bagi klub raksasa yang memiliki 20 gelar Liga Inggris ini. Selain itu, pajak bisnis yang mereka catatkan sebesar 286 persen.

Jenny menegaskan bahwa tantangan bagi klub adalah terus melanjutkan perkembangan melalui kerja keras di berbagai bidang, seperti portofolio kemitraan dan penawaran ritel. Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi fokus untuk melayani basis penggemar global dengan sebaik-baiknya.


Pos terkait