Lomba Kebun Kopi Kepahiang Berlanjut hingga 2029, Pemkab Siapkan Sekolah Kopi untuk Petani

Bb5bd94795a9a1a78fbc6482e3992b11 1
Bb5bd94795a9a1a78fbc6482e3992b11 1

Pemerintah Kabupaten Kepahiang Gencarkan Program Pengembangan Kopi Daerah

Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas serta produksi kopi daerah melalui penyelenggaraan perlombaan kebun kopi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola perkebunan kopi yang berkelanjutan di Kabupaten Kepahiang.

Perlombaan Kebun Kopi Libatkan 64 Kelompok Tani

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu Pemeriptah Kabupaten Kepahiang telah menggelar perlombaan kebun kopi yang diikuti oleh 64 kelompok tani dari berbagai wilayah. Dalam perlombaan tersebut, panitia menetapkan juara 1, 2, dan 3, serta harapan 1, 2, dan 3. Proses penilaian dilakukan secara profesional dengan melibatkan asesor dari Kopi Kapal Api, Supri.

Lima Aspek Penilaian Kebun Kopi

Zurdi menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil panen semata, melainkan juga pada manajemen kebun secara menyeluruh. “Penilaian kita bukan hanya melihat hasil kopi yang lebat dan bagus. Tapi juga manajemen persiapan ke depannya seperti apa, termasuk pupuk dan dosis yang digunakan, pengendalian gulma, pembayang, sampai persiapan ranting berikutnya. Jadi ada lima aspek penilaian,” jelas Nata.

Sekolah Kopi sebagai Tindak Lanjut

Tidak berhenti pada ajang perlombaan, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan membentuk sekolah kopi bagi seluruh kelompok tani yang mendaftar. “Setelah lomba, seluruh kelompok tani yang mendaftar kita buatkan sekolah kopi. Kita bawa langsung ke kebun kopi yang menjadi juara untuk dijadikan percontohan dan edukasi langsung,” terang Nata.

Menurutnya, langkah ini bertujuan agar petani tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga memahami tata kelola kebun kopi secara berkelanjutan.

Program Berkesinambungan hingga 2029

Zurdi menegaskan bahwa program perlombaan dan pembinaan petani kopi akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Kepahiang berencana melanjutkan perlombaan kebun kopi setiap tahun hingga 2029 mendatang. “Makanya tindak lanjutnya juga berkesinambungan. Tahun 2026 ini kita lanjutkan lagi perlombaan kopi sampai ke 2029,” tegas Nata.

Ia berharap pada tahun 2029 seluruh petani kopi di Kepahiang telah teredukasi dengan baik dan mampu meningkatkan produksi secara signifikan. “Harapan kita, outcomenya nanti di 2029 semua petani sudah teredukasi dengan ilmu supaya dapat meningkatkan produksi kopi kita. Kita juga akan memberikan peralatan-peralatan pendukung,” pungkas Nata.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepahiang optimistis sektor perkebunan kopi akan terus berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Objek Penilaian Lomba Kebun Kopi

Adapun objek penilaian dalam perlombaan kebun kopi meliputi:

  • Manajemen pemangkasan tanaman kopi, yang terdiri dari pangkas berat (lepas panen) dan pangkas pemeliharaan (wiwilan).
  • Manajemen penyiapan bahan reproduksi, yang meliputi waktu penyiapan bahan, jumlah bahan, serta posisi atau tempat penyiapan bahan.
  • Manajemen pemupukan, yang mencakup dosis, waktu, dan cara pemupukan.
  • Manajemen pohon pelindung atau naungan, yang meliputi frekuensi dan waktu pemangkasan.
  • Manajemen pengendalian gulma, yang terdiri dari metode manual, kimia (herbisida), dan kombinasi.


Pos terkait