Longsoran Tembok Penahan Tanah di Ciamis Mengancam Kepastian Warga
Pada hari Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, terjadi longsoran pada Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di lingkungan Perum Garden Permatasari, Dusun Singandaru RT 001 RW 008, Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Kepala Desa Kawalimukti, Asep Tatang, menjelaskan bahwa longsoran terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan aliran air meningkat dan menggerus struktur tanah di sekitar permukiman warga. Selain faktor hujan, kondisi kontur tanah yang merupakan bekas lahan sawah dan kurangnya saluran pembuangan air turut memperparah situasi.
“Akibat hujan deras yang turun cukup lama, TPT di lingkungan perumahan mengalami longsor. Selain itu, kondisi tanah yang labil dan saluran air yang kurang memadai juga menjadi penyebab utama kejadian ini,” ujar Asep Tatang, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, longsoran tersebut menyebabkan TPT sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 10 meter mengalami kerusakan. Selain itu, tiga bangunan rumah warga terdampak, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi, bahkan ditemukan retakan pada bagian ruang tamu salah satu rumah.
“Untuk sementara, warga yang terdampak memilih mengungsi ke rumah saudara guna menghindari risiko yang lebih besar, mengingat kondisi bangunan masih terancam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat desa serta melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
“BPBD Ciamis telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kami juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan, termasuk kebutuhan mendesak berupa pembangunan kembali TPT dan perbaikan bangunan rumah warga,” jelas Ani Supiani.
Menurut Ani, saat ini kondisi material longsoran masih belum sepenuhnya dibersihkan, dan pihaknya bersama pemerintah desa serta warga akan melakukan penanganan secara bertahap. Selain itu, pihak desa juga berencana melakukan pertemuan dengan pengembang perumahan guna mencari solusi permanen.
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, mengingat kondisi tanah di sejumlah wilayah masih rawan longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material masih dalam pendataan.
Faktor-Faktor yang Memicu Longsoran
- Intensitas Hujan Tinggi: Hujan deras yang mengguyur wilayah sejak sore hari menyebabkan aliran air meningkat dan menggerus struktur tanah.
- Kondisi Tanah Labil: Wilayah tersebut merupakan bekas lahan sawah yang memiliki struktur tanah yang tidak stabil.
- Saluran Pembuangan Air Kurang Memadai: Kurangnya sistem drainase yang baik memperparah situasi, sehingga air tidak dapat teralirkan dengan efisien.
- Bentuk Kontur Tanah: Bentuk kontur tanah yang tidak rata memengaruhi stabilitas TPT dan meningkatkan risiko longsoran.
Dampak yang Dirasakan Warga
- Kerusakan TPT: Sebagian TPT sepanjang 30 meter dengan tinggi sekitar 10 meter mengalami kerusakan parah.
- Kerusakan Bangunan Rumah: Tiga rumah warga terdampak, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi, serta ditemukan retakan pada ruang tamu.
- Perpindahan Sementara: Warga yang terdampak memilih untuk mengungsi ke rumah saudara untuk menghindari risiko lebih besar.
Upaya Penanganan dari Pihak Terkait
- Kaji Cepat oleh BPBD: BPBD Kabupaten Ciamis langsung melakukan kaji cepat di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah desa.
- Pembangunan Kembali TPT: Langkah penanganan lanjutan mencakup pembangunan kembali TPT yang rusak.
- Perbaikan Bangunan Rumah: Proses perbaikan bangunan rumah warga yang terdampak sedang dilakukan.
- Pertemuan dengan Pengembang: Pihak desa berencana melakukan pertemuan dengan pengembang perumahan untuk mencari solusi permanen.
Imbauan dari BPBD Ciamis
- Waspadai Cuaca Ekstrem: Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
- Hati-Hati di Wilayah Rawan: Wilayah-wilayah dengan kondisi tanah yang rawan longsor perlu diwaspadai.
- Lakukan Pencegahan: Masyarakat disarankan untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan melakukan pencegahan dini jika diperlukan.





