Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan lelang terhadap sebuah karya seni lukisan yang bernilai fantastis. Lukisan tersebut dijual dengan harga Rp 6,5 miliar dan berhasil dibeli oleh seorang konglomerat bernama Low Tuck Kwong, pemilik perusahaan Bayan Resources.
Lelang ini digelar dalam acara perayaan Imlek yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat di Jakarta pada hari Rabu (18/2). Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti para politikus, artis, hingga pengusaha besar. Dalam acara tersebut, Ossy Dermawan, anggota Partai Demokrat yang menjadi moderator lelang, menyampaikan bahwa seluruh dana hasil lelang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan.
Lukisan yang dilelang memiliki judul “Kuat dan Energik Layaknya Kuda Api”. Karya ini terinspirasi dari tahun Kuda Api dalam kalender Kongzili 2577. Gambar kuda berwarna biru tersebut tampak sedang berlari sambil memancarkan api, simbol dari semangat dan energi yang luar biasa.
SBY mengungkapkan alasan ia melukis kuda api dalam video yang diputar selama acara. Menurut SBY, kuda api melambangkan energi, determinasi, serta semangat untuk mencapai tujuan besar. Ia berharap Partai Demokrat dapat menjadi seperti kuda api, dengan semangat, tujuan baik, dan komitmen untuk bangsa dan partai yang dicintainya.
Proses Lelang yang Berlangsung Dinamis
Lelang dimulai dengan harga awal sebesar Rp 200 juta. Pada saat itu, Syarief Hasan, politikus Partai Demokrat, langsung menawar dengan nilai Rp 300 juta. Kemudian, Hermanto Tanoko, seorang konglomerat sekaligus salah satu pendiri Avian, menawar dengan harga Rp 500 juta.
Tawaran mulai meningkat tajam setelah Deddy Corbuzier, Staf Khusus Menteri Pertahanan, menawar lukisan tersebut dengan nilai Rp 1 miliar. Tak lama kemudian, Dewi Kam, pengusaha batu bara, menawar dengan harga Rp 1,5 miliar.
Hermanto Tanoko tidak ingin kalah dan langsung menaikkan tawarannya menjadi Rp 2 miliar. Setelah itu, Low Tuck Kwong melalui perwakilannya, yaitu Direktur Bayan Resources Tbk Alexander Ery Wibowo, ikut masuk dalam lelang dengan menawar sebesar Rp 3 miliar.
Persaingan antara Hermanto Tanoko dan perwakilan Low Tuck Kwong terus berlangsung. Akhirnya, Low Tuck Kwong berhasil memenangkan lelang setelah menawar dengan harga Rp 6,5 miliar. Ossy Dermawan menyampaikan penutupan lelang dengan ucapan, “Kita tutup, selamat Dato Low (Tuck Kwong).”
Peran Seni dalam Kegiatan Sosial
Lelang ini bukan hanya sekadar ajang pembelian karya seni, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan dukungan sosial. Melalui lelang ini, Partai Demokrat berupaya mengumpulkan dana untuk berbagai program bantuan kemanusiaan yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan betapa pentingnya seni sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial.
Dengan hadirnya tokoh-tokoh ternama dalam lelang ini, acara tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat. Ini membuktikan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih baik.





