Maarten Paes kembali menjadi sorotan, kali ini dari pandit Belanda yang menyebutnya sebagai kiper hantu setelah tampil dalam laga kedua untuk Ajax Amsterdam.
Pada pekan ke-25 Liga Belanda, Maarten Paes kembali menjadi starter saat Ajax Amsterdam menghadapi PEC Zwolle di markas lawan, Minggu (1/3/2026). Meskipun berhasil menjaga gawang tanpa kebobolan, Ajax tidak berhasil meraih kemenangan dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol.
Sayangnya, hasil tersebut membuat Paes menjadi salah satu pemain yang mendapat kritik. Meski melakukan dua penyelamatan penting, penampilannya dinilai tidak memenuhi ekspektasi. Kali ini, pandit Belanda, Valentijn Drissen, memberikan kritik tajam terhadap Paes, menyebutnya seperti “kiper hantu” selama pertandingan.
Menurut Drissen, Paes gagal membangun serangan meski memiliki kemampuan bertahan yang cukup lumayan. Ia menilai bahwa Paes tidak bisa membawa tim dalam situasi yang membutuhkan inisiatif.
Drissen tidak hanya mengkritik Paes, tetapi juga secara keseluruhan performa Ajax yang dinilai kurang maksimal. Ia menyatakan bahwa para pemain Ajax tampak tidak bersemangat dan tidak dalam kondisi terbaik mereka.
“Ajax kurang bersemangat. Para pemain Ajax benar-benar tidak dalam performa terbaik mereka,” ujar Drissen seperti dikutip dari Voetbal Primeur.
Ia juga mempertanyakan alasan para pemain Ajax dibayar oleh klub untuk tampil buruk. “Mengapa mereka dibayar untuk penampilan yang buruk?” tambahnya.
Tidak hanya Paes, lini pertahanan Ajax juga menjadi sasaran kritik. Bahkan pemain belakang seperti Baas, Wijndal, Sutalo, dan Rosa dinilai tidak efektif dalam laga tersebut.
“Kiper Maarten Paes seperti hantu yang tidak terlihat saat membangun serangan,” kata Drissen.
Selain itu, enam pemain sebelumnya, termasuk Klaassen, Regeer, Gloukh, Bounida, Weghorst, dan Godts, juga dinilai tidak berguna dalam pertandingan ini.
Tidak hanya pemain, Drissen juga menyoroti peran pelatih Ajax yang dianggap tidak mampu memotivasi tim. Ia menegaskan bahwa jajaran pelatih, termasuk Denny Landzaat, harus bertanggung jawab atas penampilan buruk Ajax.
“Apa yang dilakukan para pemain dan pelatih dalam lima, enam, atau tujuh hari di antara pertandingan?” tanya Drissen.
Ia menyarankan agar pelatih menggunakan staf pendukungnya untuk meningkatkan motivasi pemain. “Grim, Denny Landzaat, dan Paul Nuijten, siapa yang tidak mengenalnya? Tapi mereka tidak berguna. Mereka tidak bisa membuat Ajax tampil maksimal,” pungkasnya.
Krisis ini memaksa Ajax untuk meraih kemenangan dalam pertandingan berikutnya. Laga tandang melawan Groningen akan digelar pada Sabtu (7/3/2026) di Stadion Euroborg, Groningen.
Paes diharapkan bisa tampil lebih baik dalam pertandingan ini. Publik Indonesia tentu berharap yang terbaik untuk kiper utama Timnas Indonesia tersebut, dengan harapan ia dapat membuktikan diri melalui performa apiknya.





