Kepadatan Lalu Lintas Terjadi di Jalan Anton Sujarwo, Semarang
Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan Jenderal Pol Anton Sujarwo, yang merupakan ruas nasional penghubung antara Semarang dan Solo. Peristiwa ini terjadi tepatnya di depan Raja Besi, dekat Transmart Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (2/3/2026) petang.
Arus kendaraan tersendat di kedua arah akibat pekerjaan perbaikan jalan yang menyebabkan penyempitan lajur. Tampak badan jalan dibongkar cukup dalam, membentuk lubang galian besar di tengah ruas. Sebuah ekskavator berwarna hijau toska berada di jalur yang sedang diperbaiki.
Material aspal dan tanah galian menggunung di sisi lubang, sementara karung-karung penahan tanah disusun rapi di tepi proyek. Traffic cone oranye berjajar memisahkan area kerja dengan jalur kendaraan. Lampu peringatan terpasang di sekitar alat berat, menyala saat senja mulai turun.
Kendaraan melintas melalui satu lajur di sisi kiri, menciptakan efek bottleneck yang memicu antrean panjang. Di arah menuju Ungaran, deretan mobil dan sepeda motor mengular hingga kawasan Sukun. Sementara dari arah Gombel, kepadatan terpantau sampai kawasan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.
Truk, mobil pribadi, hingga pengendara motor harus melaju perlahan, bergantian melewati titik penyempitan. Dari informasi Satlantas Polrestabes Semarang, rekayasa arus lalu lintas di Jalan Anton Sujarwo Srondol Banyumanik, berlaku sejak 27 Februari hingga 5 Maret 2026.
Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa jalan menggunakan satu lajur (penyempitan jalan) dan pengguna diminta berhati-hati karena ada perbaikan. Senin pagi, pengerjaan berada di jalur menuju arah Gombel. Namun sore hari, pekerjaan berpindah ke jalur sebaliknya.
Kapolsek Banyumanik, Hengky Prasetyo, memastikan jajarannya tetap bersiaga membantu mengurai kemacetan. “Siap, kami masih dan tetap membantu melancarkan (arus lalu lintas),” ujar dia kepada Tribunjateng.com.
Dia berharap proses perbaikan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal agar arus kendaraan kembali normal tanpa penyempitan lajur.
Pemantauan dan Pengamanan Selama Proses Perbaikan
Selama proses perbaikan jalan, petugas kepolisian dan pihak terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Petugas juga memberikan bimbingan kepada pengemudi untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang sedang diperbaiki.
Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang. Hal ini dilakukan guna mencegah kemacetan yang lebih parah dan menjaga keselamatan para pengendara.
Tidak hanya itu, pihak pengelola jalan juga menyiapkan tanda-tanda peringatan serta lampu penerangan di sekitar area kerja agar pengemudi dapat melihat secara jelas kondisi jalan.
Dampak pada Arus Lalu Lintas
Perbaikan jalan yang sedang berlangsung berdampak langsung pada arus lalu lintas di sejumlah titik. Pengendara yang biasanya melintasi jalan ini harus mengubah rute atau menghadapi antrian panjang. Beberapa titik di mana kepadatan terlihat sangat signifikan adalah dekat Transmart Srondol dan sekitar Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.
Banyak pengendara yang mengeluhkan kesulitan dalam melintasi jalan yang sempit, terutama saat jam sibuk. Meskipun begitu, pihak terkait terus berupaya mempercepat proses perbaikan agar tidak terlalu lama mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Harapan untuk Kelancaran Lalu Lintas
Harapan besar diucapkan oleh warga dan pengemudi setempat agar proses perbaikan jalan segera selesai. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan arus lalu lintas kembali lancar dan tidak lagi terjadi penyempitan lajur.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar pihak pengelola jalan dapat memberikan informasi lebih awal jika ada perubahan rencana pekerjaan. Hal ini akan memudahkan pengemudi untuk merencanakan perjalanan mereka.





