Christian Pulisic Mengalami Penurunan Performa
Christian Pulisic, pemain andalan AC Milan, mengalami penurunan performa sejak pergantian tahun. Tidak hanya dalam hal gol dan assist, tetapi juga kontribusinya terhadap permainan tim secara keseluruhan terlihat menurun. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pelatih dan penggemar karena ketergantungan besar terhadap kemampuan Pulisic dalam menciptakan peluang atau memecah kebuntuan.
Pulisic, yang dikenal sebagai “Kapten Amerika,” sebelumnya sangat dominan dalam beberapa pertandingan awal musim 2025–2026. Dalam 17 pertandingan pertama di Liga Italia, ia mampu mencetak delapan gol dan dua assist. Namun, setelah pergantian tahun, kontribusinya tiba-tiba menghilang. Terakhir kali Pulisic mencetak gol adalah pada 28 Desember lalu. Setelah itu, dalam sembilan pertandingan berikutnya, ia tidak berhasil menyumbangkan satu gol maupun assist pun.
Masalah Fisik Jadi Faktor Utama
Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan performa Pulisic adalah masalah fisik. Sejak awal musim, pemain kelahiran 18 September 1998 ini diganggu oleh berbagai cedera. Mulai dari cedera hamstring pada Oktober–November, hingga masalah otot pada November–Desember, dan yang terbaru adalah bursitis atau peradangan pada bursae atau bantalan di antara sendi bulan lalu.
Masalah-masalah ini membuat Pulisic kesulitan untuk tampil konsisten dan optimal. Kondisi fisik yang tidak stabil memengaruhi kemampuannya dalam menjaga ritme permainan serta mengambil keputusan saat berada di lapangan.
Permainan AC Milan yang Tidak Konsisten
Penurunan performa Pulisic berdampak langsung pada kinerja seluruh tim. AC Milan, yang sebelumnya memiliki lini serang yang tajam, kini menghadapi kesulitan dalam mencetak gol. Dalam 10 pertandingan sejak pergantian tahun, I Rossoneri tercatat tujuh kali gagal mencetak gol di babak pertama. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan besar terhadap Pulisic mulai terasa.
Contohnya, dalam laga melawan Cremonese pada pekan ke-27 Liga Italia, Minggu (1/3/2026), AC Milan harus membutuhkan waktu 90 menit untuk merobek gawang yang dijaga oleh Emil Audero, kiper Timnas Indonesia. Gol pertama dicetak oleh Strahinja Pavlovic, seorang bek, sementara Rafael Leão mencetak gol kedua di menit ke-90+4. Namun, gol tersebut terjadi setelah Cremonese meningkatkan garis pertahanan dalam upaya menyamakan skor.
Tantangan Berat di Sisa Musim
AC Milan masih memiliki banyak pertandingan berat di sisa musim ini. Mereka akan menghadapi rival-rival kuat seperti Inter Milan, Napoli, Juventus, dan Atalanta. Semua pertandingan ini merupakan laga penting dalam usaha mereka bertahan di posisi empat besar klasemen Liga Italia.
Sebelumnya, Pulisic sempat menjadi penentu kemenangan Milan atas Inter dan Napoli dalam pertemuan pertama. Namun, dengan kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, pelatih Massimiliano Allegri mengatakan bahwa dirinya tidak khawatir. Menurut Allegri, yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa Pulisic kembali dalam kondisi fisik terbaik.
Komentar Pelatih
“Leão, Pulisic, dan Christopher Nkunku sangat bagus dalam hal teknik,” ujar Allegri. “Ketika Anda memiliki mereka semua, yang perlu dilakukan hanya membuat mereka tersedia untuk tim dan semuanya akan baik-baik saja.”
“Pulisic mulai kembali ke kebugaran penuh,” tambah sang allenatore. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Pulisic bisa kembali menjadi mesin gol yang andal bagi AC Milan.





