Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Mahabudhi Sumatera Utara
Di tengah suasana yang hangat dan penuh antusiasme, sejumlah tokoh umat Buddha, perwakilan organisasi keagamaan, serta pejabat pemerintah berkumpul dalam sebuah acara pelantikan. Acara tersebut berlangsung di sebuah hotel di Medan, yang menjadi tempat dilantiknya kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (Mahabudhi) Provinsi Sumatera Utara untuk periode 2026–2031.
Organisasi ini diharapkan menjadi wadah pengabdian bagi umat Buddha sekaligus jembatan komunikasi antarumat beragama. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menyampaikan bahwa kehadiran organisasi keagamaan bukan hanya sekadar struktur kepengurusan, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Atas nama Pemko Medan saya menyambut baik lahirnya organisasi keagamaan baru di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, sebagai wadah pengabdian umat,” ujarnya saat menghadiri acara tersebut.
Dengan tumbuhnya kota Medan yang pesat dan dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, Zakiyuddin berharap Mahabudhi dapat menjadi mitra pemerintah dalam merawat harmoni sosial. Ia membayangkan bahwa organisasi ini tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif dalam menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Harapan itu disampaikan dengan sederhana, semakin banyak organisasi keagamaan yang bergerak bersama, semakin kokoh pula fondasi kedamaian di Medan.
Hadirnya Para Tokoh dan Perwakilan
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Ketua Umum DPP Mahabudhi Bhiksu Samantha Kusala Mahasthavira (Shu Phu San), Sekretaris Jenderal Budiharto Hasbun, Ketua DPD Mahabudhi Sumut Ferry Hartono, serta perwakilan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara.
Bagi para pengurus yang baru dilantik, Mahabudhi bukan sekadar organisasi. Ia diharapkan menjadi rumah bersama, tempat umat belajar berbagi, mengabdi, dan menjaga nilai-nilai kebajikan.
Kebersamaan dalam Pertemuan Sederhana
Di akhir acara, obrolan ringan masih terus berlangsung. Beberapa tamu saling bersalaman, sebagian lain berbincang akrab. Seperti harapan yang disampaikan dalam pelantikan, kebersamaan sering kali lahir dari pertemuan-pertemuan sederhana. Dan dari ruang-ruang seperti inilah, kerukunan biasanya mulai tumbuh.





